Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 1 daripada 1 )
(0.023 saat)
#1
Ghafir
:67
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Allahlah
yang
menciptakan
kalian,
wahai
anak
Adam,
dari
tanah.
Dari
tanah
itu
Dia
menciptakan
nutfah
yang
kemudian
Dia
ubah
juga
menjadi
'alaqah.
Setelah
itu
Dia
mengeluarkan
kalian
dari
perut
ibu-ibu
kalian
dalam
bentuk
bayi.
Selanjutnya,
adakalanya
Dia
memanjangkan
umur
kalian,
hingga
mencapai
kesempurnaan
fisik
dan
daya
pikir,
atau
memanjangkannya
lagi
hingga
mencapai
usia
lanjut,
dan
adakalanya
kalian
dimatikan
sebelum
mencapai
usia
muda,
atau
tua.
Allah
menciptakan
kalian
dengan
cara
seperti
itu
agar
kalian
sampai
pada
suatu
waktu
tertentu,
yaitu
hari
kebangkitan,
dan
agar
kalian
memikirkan
hikmah
dan
pelajaran
yang
dapat
dipetik
dari
penciptaan
kalian
melalui
fase-fase
seperti
itu(1).
(1)
Pengertian
nuthfah,
'alaqah
dan
mudlghah
yang
terdapat
dalam
surat
al-Sajdah:
7,
8
dan
9;
al-Mu'minûn:
12,
13
dan
14;
Ghâfir:
67;
dan
al-Hajj:
5,
adalah
sebagai
berikut.
Kata
nuthfah
mengandung
beberapa
arti,
di
antaranya
adalah
'sperma'.
Bahkan,
dalam
ayat
37
surat
al-Qiyâmah,
pengertian
kata
nuthfah
lebih
sempit
lagi:
'bagian
dari
sperma'.
Ilmu
pengetahuan
modern
membuktikan
bahwa
bagian
dimaksud
adalah
spermatozoa
yang
terdapat
di
dalam
sperma
laki-laki.
Spermatozoa
itulah
yang
membuahi
sel
telur.
Kata
'alaqah,
dari
segi
etimologi,
mengandung
arti
'darah
kental'
atau
'darah
encer
yang
berwarna
sangat
merah'.
Tetapi,
kalau
dilihat
dari
perspektif
ilmu
pengetahuan,
kata
'alaqah
berarti
'sel-sel
janin
yang
menempel
pada
dinding
rahim
setelah
terjadi
pembuahan
spermatozoa
terhadap
ovum'.
Sel-sel
itu
pada
mulanya
adalah
satu,
kemudian
terpecah
menjadi
beberapa
sel
yang
semakin
lama
semakin
bertambah
banyak,
kemudian
bergerak
ke
arah
dinding
rahim
dan
tenggelam,
untuk
selanjutnya
menimbulkan
pendarahan
di
sekitarnya.
Sedangkan
kata
mudlghah
berarti
janin
yang
telah
melewati
fase
'alaqah,
yaitu
setelah
sel-sel
janin
itu
menempel
dan
menyebar
pada
dinding
rahim
secara
acak
dan
diselimuti
selaput.
Fase
mudlghah
ini
berlangsung
beberapa
pekan
untuk
selanjutnya
memasuki
fase
'izham.
Mudlghah
itu
sendiri,
secara
garis
besar,
terdiri
atas
sel-sel
berbentuk
manusia
yang
kelak
menjadi
janin,
dan
sel-sel
yang
tidak
berbentuk
manusia
yang
melapisi
sel-sel
pertama
tadi.
Sel-sel
kedua
ini
bertugas
melindungi
bakal
janin
dan
memberi
suplai
makanan.
Terakhir,
kata
'izhâm
berarti
'tulang'.
Akhir-akhir
ini,
dunia
geneologi
membuktikan
bahwa
pusat
pembentukan
tulang
terdapat
di
lapisan
tengah
sel
mudlghah,
yaitu
fase
sebelum
'izhâm.
Dengan
demikian,
sel
tulang
mempunyai
pusat
pembentukan
tersendiri
yang
terpisah
dari
sel-sel
pembentukan
otot.
]
[ هو الذي خلقكم من تراب ثم من نطفة ثم من علقة ثم يخرجكم طفلا ثم لتبلغوا أشدكم ثم لتكونوا شيوخا ومنكم من يتوفى من قبل ولتبلغوا أجلا مسمى ولعلكم تعقلون ] — غافر 67