Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 1 ന്റെ 1 )
(0.022 നിമിഷങ്ങള്)
#1
An-Nahl
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[16
~
AN-NAHL
(LEBAH)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
128
ayat
~
Surat
ini
termasuk
dalam
kelompok
surat
Makkiyyah,
kecuali
tiga
ayat
terakhir
yang
termasuk
dalam
surat
Madaniyyah.
Surat
yang
terdiri
atas
128
ayat
ini
dimulai
dengan
penegasan
Allah
akan
ancaman-Nya
terhadap
orang-orang
musyrik
dan
penjelasan
tentang
kekuasaan-Nya
dalam
melaksanakan
ancaman
itu.
Hal
ini
dibuktikan
dengan
penciptaan
langit
dan
bumi.
Beberapa
karunia
yang
diberikan
kepada
manusia
seperti
penciptaan
unta,
menumbuhkan
tanaman
dan
segala
makhluk
laut,
seperti
segala
jenis
ikan
yang
bisa
dimakan
dan
mutiara-mutiara
yang
dapat
dijadikan
perhiasan
juga
dijelaskan.
Selanjutnya
Allah
mengisyaratkan
konsekuensi
dari
nikmat
yang
telah
diberikan,
yaitu
keharusan
bersyukur
kepada-Nya
dan
kewajiban
menyembah
hanya
kepada-Nya.
Di
samping
itu,
diisyaratkan
juga
sikap
orang-orang
musyrik
dalam
menyambut
seruan
kepada
ajaran
tauhid
dan
pendustaan
yang
mereka
lakukan
terhadap
al-Qur'ân.
Mereka
menuduh
bahwa
al-Qur'ân
adalah
termasuk
dongeng-dongeng
dan
legenda
orang-orang
terdahulu.
Kemudian,
di
bagian
lain,
Allah
menunjukkan
siksa
bagi
orang-orang
musyrik
dan
nikmat
bagi
orang-orang
Mukmin
pada
hari
kiamat.
Lalu
dijelaskan
pula
mengenai
keingkaran
orang-orang
musyrik
terhadap
hari
kebangkitan.
Allah
menolak
keingkaran
mereka
dengan
menjelaskan
kekuasaan-Nya
dan
menegaskan
janji-Nya
kepada
orang-orang
Mukmin
dan
ancaman-Nya
terhadap
orang-orang
musyrik.
Setelah
itu
Allah
mendekatkan
gambaran
kebenaran
hari
kiamat
melalui
kekuasan-Nya
kepada
mereka
dan
ketundukan
seluruh
alam
hanya
kepada-Nya.
Di
surat
ini,
dijelaskan
pula
bahwa
Allahlah
yang
akan
membuka
tabir
kepalsuan
dari
keyakinan
orang-orang
musyrik
mengenai
kekuasaan
tuhan-tuhan
yang
tidak
dapat
mendatangkan
manfaat
dan
mudarat
sama
sekali
dan
kekeliruan
mereka
dalam
memandang
wanita,
baik
kecil
maupun
dewasa.
Kemudian,
dalam
surat
ini
Allah
juga
menyebutkan
kisah
beberapa
rasul
sebelum
Muhammad,
pelajaran
yang
harus
dipetik
dari
penciptaan-Nya
terhadap
segala
sesuatu
termasuk
pelbagai
nikmat-Nya
kepada
manusia,
keterpautan
rezeki
yang
membuat
orang
kaya
memiliki
kelebihan
dari
orang
fakir,
nikmat-nikmat-Nya
yang
diberikan
kepada
manusia
dalam
penciptaan
laki-laki
maupun
perempuan
dan
keturunan
yang
dihasilkan
dari
perkawinan
antara
keduanya.
Lalu
Allah
memberikan
perumpamaan
untuk
menjelaskan
kekuasaan-Nya
dan
mengajak
untuk
memperhatikan
kehebatan
berbagai
ciptaan-Nya
yang
menunjukkan
kebesaran
Pencipta
dan
kemurahan
nikmat-Nya,
serta
sikap
orang-orang
musyrik
dalam
menerima
nikmat-nikmat
yang
besar
itu.
Setelah
menjelaskan
pandangan-pandangan
Islam
tentang
keadilan,
tentang
pentingnya
menjalin
hubungan
dengan
menepati
janji,
tentang
mukjizat
al-Qur'ân
serta
keingkaran
dan
tuduhan
orang-orang
musyrik
terhadap
mukjizat
itu,
Allah
menunjukkan
keadaan
orang-orang
musyrik
pada
hari
kiamat
dan
bagaimana
dahulu
mereka
menghalalkan
dan
mengharamkan
sesuatu
tanpa
alasan.
Di
bagian
akhir
surat
ini
disinggung
tentang
orang-orang
Yahudi
yang
selalu
mendekati
orang-orang
musyrik.
Dijelaskan
juga
bahwa
hukuman
balasan
itu
hendaknya
sesuatu
yang
sepadan,
dan
orang-orang
Mukmin
hendaknya
selalu
bersabar,
bertakwa
dan
berbuat
baik.]]
Yakinilah,
hai
orang-orang
musyrik,
bahwa
ancaman
Allah
kepada
kalian
pada
hari
kiamat
tidak
diragukan
lagi
pasti
akan
tiba
saatnya.
Maka
janganlah
kalian
mengolok-olok
dengan
meminta
agar
kedatangan
itu
dipercepat.
Mahasuci
Allah
dari
sekutu
yang
berhak
disembah
dan
dari
segala
sesuatu
yang
kalian
sekutukan,
yaitu
tuhan-tuhan
yang
tidak
memiliki
kemampuan
apa-apa.
]
[ أتى أمر الله فلا تستعجلوه سبحانه وتعالى عما يشركون ] — النحل 1