Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 1 daripada 1 )
(0.023 saat)
#1
Al-Baqarah
:172
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Telah
Kami
izinkan
manusia
untuk
memakan
semua
yang
halal(1)
yang
Kami
ciptakan
di
bumi
bagi
mereka,
dan
Kami
melarang
mereka
agar
tidak
mengikuti
jejak
langkah
setan.
Apabila
mereka
melaksanakan
ketentuan
itu
semua
maka
mereka
akan
mendapatkan
petunjuk.
Namun
jika
mereka
ingkar
maka
Kami
akan
memberikan
petunjuk
Kami
hanya
pada
orang-orang
yang
beriman
dan
Kami
akan
menjelaskan
kepada
mereka
yang
halal
dan
yang
haram.
Maka,
wahai
orang-orang
yang
beriman,
dihalalkan
bagi
kalian
semua
untuk
memakan
makanan
yang
enak
dan
baik
dan
bukan
yang
kotor
dan
keji.
Syukurilah
karunia
Allah
yang
telah
menghalalkan
makanan
yang
baik-baik.
Syukurilah
pula
karunia
ketaatan
dan
kemampuan
diri
kalian
untuk
melaksanakan
perintah-Nya
demi
sempurnanya
ibadah
kalian.
{(1)
Al-Qur'ân
telah
lama
mendahului
ilmu
kedokteran
modern
dalam
soal
makanan.
Diharamkannya
bangkai
itu
sangat
beralasan
sekali
karena
binatang
yang
mati
oleh
sebab
faktor
ketuaan,
atau
mati
karena
terjangkit
penyakit
itu
pada
dasarnya
mati
karena
zat
beracun.
Kalau
kemudian
binatang
yang
mati
dengan
cara
seperti
itu
dikonsumsi
oleh
manusia,
sangat
mungkin
ia
akan
mengalami
keracunan.
Lebih-lebih
binatang
yang
mati
dengan
cara
demikian
(juga
yang
mati
tercekik),
darahnya
akan
mengendap
di
dalam
tubuhnya,
padahal
seperti
diketahui,
darah
itu
menyimpan
zat
beracun
yang
bersembunyi
dalam
pembuluh
darah
dan
urine.
Demikian
pula
halnya
dengan
babi,
dagingnya
mengandung
berbagai
bibit
penyakit
yang
jelas
akan
membahayakan
orang
yang
memakannya.
}
]
[ يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون ] — البقرة 172