Filter Results
Surah
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 2 ന്റെ 2 )
(0.023 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Al-Hadid
:25
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Kami
benar-benar
telah
mengutus
para
rasul
yang
Kami
pilih
dengan
membawa
beberapa
mukjizat
yang
kuat.
Bersama
mereka
juga
Kami
turunkan
kitab
suci-kitab
suci
yang
mengandung
hukum,
syariat
agama,
dan
timbangan
yang
mewujudkan
keadilan
dalam
hubungan
antarmanusia.
Lalu
Kami
juga
menciptakan
besi
yang
dapat
dijadikan
alat
untuk
menyiksa
orang
lain
dalam
peperangan
di
samping
mempunyai
banyak
manfaat
lain
pada
masa
damai.
Itu
semua
agar
manusia
memanfaatkan
besi
dalam
berbagai
kebutuhan
hidupnya
dan
agar
Allah,
dari
alam
gaib,
mengetahui
siapa
saja
yang
membela
agama
dan
rasul-rasul-Nya.
Allah
benar-benar
Mahakuasa
karena
diri-Nya
sendiri,
dan
tidak
memerlukan
bantuan
siapa
pun.
(1)
(1)
Besi
merupakan
salah
satu
dari
tujuh
unsur
kimia
yang
telah
dikenal
oleh
ilmuwan-ilmuwan
zaman
dahulu
yaitu
emas,
perak,
air
raksa,
loyang,
timah
hitam
(plumbum),
besi,
dan
timah,
serta
logam
yang
paling
banyak
tersebar
di
bumi.
Besi
itu
biasanya
terdapat
dalam
komponen
unsur
kimia
lain
seperti
dalam
oksida,
sulfida
(sulfat),
zat
arang
dan
silikon.
Sejumlah
kecil
besi
murni
juga
terdapat
dalam
batu
meteor
besi.
Ayat
ini
menjelaskan
bahwa
besi
mempunyai
kekuatan
yang
dapat
membahayakan
dan
dapat
pula
menguntungkan
manusia.
Bukti
paling
kuat
tentang
hal
ini
adalah
bahwa
lempengan
besi,
dengan
berbagai
macamnya,
secara
bertingkat-tingkat
mempunyai
keistimewaan
dalam
bertahan
menghadapi
panas,
tarikan,
kekaratan,
dan
kerusakan,
di
samping
juga
lentur
hingga
dapat
menampung
daya
magnet.
Karenanya,
besi
adalah
logam
paling
cocok
untuk
bahan
senjata
dan
peralatan
perang,
bahkan
merupakan
bahan
baku
berbagai
macam
industri
berat
dan
ringan
yang
dapat
menunjang
kemajuan
sebuah
peradaban.
Selain
itu,
besi
juga
mempunyai
banyak
kegunaan
lain
untuk
makhluk
hidup.
Komponen
besi,
misalnya,
masuk
dalam
proses
pembentukan
klorofil
yang
merupakan
zat
penghijau
tumbuh-tumbuhan
(terutama
daun)
yang
terpenting
dalam
fotosintesis
(proses
pemanfaatan
energi
cahaya
matahari)
yang
membuat
tumbuh-tumbuhan
dapat
bernapas
dan
menghasilkan
protoplasma
(zat
hidup
dalam
sel).
Dari
situlah
zat
besi
kemudian
masuk
ke
dalam
tubuh
manusia
dan
hewan.
Selanjutnya
besi
juga
termasuk
dalam
komposisi
kromatin
(bagian
inti
sel
yang
mudah
menyerap
zat
warna)
dari
sel
hidup,
salah
satu
unsur
yang
berada
dalam
cairan
tubuh,
dan
salah
satu
unsur
pembentuk
hemoglobin
(butir-butir
darah
merah).
Dan
dari
situ,
besi
memegang
peranan
penting
dalam
proses
penembusan
dan
peran
biologis
dalam
jaringan.
Selain
itu
semua,
besi
juga
terdapat
dalam
hati,
limpa,
ginjal,
anggota
badan,
dan
sumsum
merah
tulang
belakang.
Tubuh
memerlukan
zat
besi
dalam
jumlah
tertentu
yang
harus
dipenuhi
dari
sumber
apa
saja.
Kurangnya
zat
besi
akan
menimbulkan
penyakit,
terutama
anemia
(kekurangan
hemoglobin).
]
[ لقد أرسلنا رسلنا بالبينات وأنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط وأنزلنا الحديد فيه بأس شديد ومنافع للناس وليعلم الله من ينصره ورسله بالغيب إن الله قوي عزيز ] — الحديد 25
#2
Ya-Sin
:80
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Yaitu
Tuhan
yang
menciptakan
api
dari
pohon
hijau
setelah
mengalami
pengeringan.
(1).
(1)
Kekuatan
surya
dapat
berpindah
ke
dalam
tumbuh-tumbuhan
melalui
proses
asimilasi
sinar.
Sel
tumbuh-tumbuhan
yang
mengandung
zat
hijau
daun
(klorofil)
mengisap
karbondioksida
dari
udara.
Sebagai
akibat
terjadinya
interaksi
antara
gas
karbondioksida
dan
air
yang
diserap
oleh
tumbuh-tumbuhan
dari
dalam
tanah,
akan
dihasilkan
zat
karbohidrat
berkat
bantuan
sinar
matahari.
Dari
situ
kemudian
terbentuk
kayu
yang
pada
dasarnya
terdiri
atas
komponen
kimiawi
yang
mengandung
karbon,
hidrogen
dan
oksigen.
Dari
kayu
itu,
manusia
kemudian
membuat
arang
sebagai
bahan
bakar.
Daya
yang
tersimpan
di
dalam
arang
itu
akan
keluar
ketika
ia
terbakar.
Daya
itu
sendiri
dapat
dimanfaatkan
untuk
keperluan
memasak,
penghangatan,
penerangan
dan
lain-lain.
Batu
bara
yang
kita
kenal
itu
pun
pada
mulanya
adalah
pohon
yang
tumbuh
dan
membesar
melalui
proses
asimilasi
sinar
tadi,
kemudian
mengalami
penghangatan
dengan
cara
tertentu
sehingga
berubah
menjadi
batu
bara
setelah
berjuta
tahun
lamanya
akibat
pengaruh
faktor
geologi
seperti
panas,
tekanan
udara
dan
sebagainya.
Perlu
diketahui
pula
kiranya
bahwa
kata
"akhdlar"
('hijau')
dalam
ayat
ini
bukan
disebut
secara
kebetulan
tanpa
maksud.
Frase
"min
al-syajar
al-akhdlar"
yang
berarti
'dari
pohon
yang
hijau'
itu
justru
menunjuk
kepada
zat
hijau
daun
yang
sangat
diperlukan
dalam
proses
asimilasi
gas
karbondioksida.
]
[ الذي جعل لكم من الشجر الأخضر نارا فإذا أنتم منه توقدون ] — يس 80