Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 2 ന്റെ 2 )
(0.024 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Al-Hadid
:25
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Kami
benar-benar
telah
mengutus
para
rasul
yang
Kami
pilih
dengan
membawa
beberapa
mukjizat
yang
kuat.
Bersama
mereka
juga
Kami
turunkan
kitab
suci-kitab
suci
yang
mengandung
hukum,
syariat
agama,
dan
timbangan
yang
mewujudkan
keadilan
dalam
hubungan
antarmanusia.
Lalu
Kami
juga
menciptakan
besi
yang
dapat
dijadikan
alat
untuk
menyiksa
orang
lain
dalam
peperangan
di
samping
mempunyai
banyak
manfaat
lain
pada
masa
damai.
Itu
semua
agar
manusia
memanfaatkan
besi
dalam
berbagai
kebutuhan
hidupnya
dan
agar
Allah,
dari
alam
gaib,
mengetahui
siapa
saja
yang
membela
agama
dan
rasul-rasul-Nya.
Allah
benar-benar
Mahakuasa
karena
diri-Nya
sendiri,
dan
tidak
memerlukan
bantuan
siapa
pun.
(1)
(1)
Besi
merupakan
salah
satu
dari
tujuh
unsur
kimia
yang
telah
dikenal
oleh
ilmuwan-ilmuwan
zaman
dahulu
yaitu
emas,
perak,
air
raksa,
loyang,
timah
hitam
(plumbum),
besi,
dan
timah,
serta
logam
yang
paling
banyak
tersebar
di
bumi.
Besi
itu
biasanya
terdapat
dalam
komponen
unsur
kimia
lain
seperti
dalam
oksida,
sulfida
(sulfat),
zat
arang
dan
silikon.
Sejumlah
kecil
besi
murni
juga
terdapat
dalam
batu
meteor
besi.
Ayat
ini
menjelaskan
bahwa
besi
mempunyai
kekuatan
yang
dapat
membahayakan
dan
dapat
pula
menguntungkan
manusia.
Bukti
paling
kuat
tentang
hal
ini
adalah
bahwa
lempengan
besi,
dengan
berbagai
macamnya,
secara
bertingkat-tingkat
mempunyai
keistimewaan
dalam
bertahan
menghadapi
panas,
tarikan,
kekaratan,
dan
kerusakan,
di
samping
juga
lentur
hingga
dapat
menampung
daya
magnet.
Karenanya,
besi
adalah
logam
paling
cocok
untuk
bahan
senjata
dan
peralatan
perang,
bahkan
merupakan
bahan
baku
berbagai
macam
industri
berat
dan
ringan
yang
dapat
menunjang
kemajuan
sebuah
peradaban.
Selain
itu,
besi
juga
mempunyai
banyak
kegunaan
lain
untuk
makhluk
hidup.
Komponen
besi,
misalnya,
masuk
dalam
proses
pembentukan
klorofil
yang
merupakan
zat
penghijau
tumbuh-tumbuhan
(terutama
daun)
yang
terpenting
dalam
fotosintesis
(proses
pemanfaatan
energi
cahaya
matahari)
yang
membuat
tumbuh-tumbuhan
dapat
bernapas
dan
menghasilkan
protoplasma
(zat
hidup
dalam
sel).
Dari
situlah
zat
besi
kemudian
masuk
ke
dalam
tubuh
manusia
dan
hewan.
Selanjutnya
besi
juga
termasuk
dalam
komposisi
kromatin
(bagian
inti
sel
yang
mudah
menyerap
zat
warna)
dari
sel
hidup,
salah
satu
unsur
yang
berada
dalam
cairan
tubuh,
dan
salah
satu
unsur
pembentuk
hemoglobin
(butir-butir
darah
merah).
Dan
dari
situ,
besi
memegang
peranan
penting
dalam
proses
penembusan
dan
peran
biologis
dalam
jaringan.
Selain
itu
semua,
besi
juga
terdapat
dalam
hati,
limpa,
ginjal,
anggota
badan,
dan
sumsum
merah
tulang
belakang.
Tubuh
memerlukan
zat
besi
dalam
jumlah
tertentu
yang
harus
dipenuhi
dari
sumber
apa
saja.
Kurangnya
zat
besi
akan
menimbulkan
penyakit,
terutama
anemia
(kekurangan
hemoglobin).
]
[ لقد أرسلنا رسلنا بالبينات وأنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط وأنزلنا الحديد فيه بأس شديد ومنافع للناس وليعلم الله من ينصره ورسله بالغيب إن الله قوي عزيز ] — الحديد 25
#2
Al-Hijr
:22
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Kami
meniupkan
angin
untuk
membawa
hujan
dan
bibit-bibit
tanaman.
Dari
air
hujan
itu
Kami
menyirami
kalian.
Itu
semua
tunduk
di
bawah
kehendak
Kami.
Tak
seorang
pun
dapat
mengendalikannya
hingga
menjadi
bagai
khazanah
miliknya(1).
(1)
Ayat
ini
menunjukkan
apa
yang
dibuktikan
oleh
perkembangan
ilmu
pengetahuan
modern
bahwa
angin
merupakan
faktor
penting
dalam
penyerbukan
pada
tumbuh-tumbuhan.
Selain
itu,
sebelum
awal
abad
dua
puluh
belum
pernah
diketahui
bahwa
angin
membuahi
awan
dengan
sesuatu
yang
menghasilkan
hujan.
Sebab,
proton-proton
yang
terkonsentrasi
di
bawah
molekul-molekul
uap
air
untuk
menjadi
rintik-rintik
hujan
yang
ada
di
dalam
awan,
merupakan
komponen
utama
air
hujan
yang
dibawa
angin
ke
tempat
berkumpulnya
awan.
Proton-proton
itu
mengandung
unsur
garam
laut,
oksida
dan
unsur
debu
yang
dibawa
angin.
Itu
semua
merupakan
zat
penting
yang
menciptakan
hujan.
Selain
itu,
ditemukan
pula
bahwa
hujan
terjadi
dari
siklus
perputaran
air.
Mulai
dari
penguapan
air
di
permukaan
bumi
dan
permukaan
laut
dan
berakhir
dengan
turunnya
kembali
uap
itu
ke
atas
permukaan
bumi
dan
laut
dalam
bentuk
air
hujan.
Air
hujan
yang
turun
itu
menjadi
bahan
penyiram
bagi
semua
makhluk
hidup,
termasuk
bumi
itu
sendiri.
Air
hujan
yang
turun
itu
tidak
dapat
dikendalikan
atau
ditahan,
karena
akan
meresap
ke
dalam
tubuh
berbagai
makhluk
hidup
dan
ke
dalam
tanah
untuk
kemudian
menguap
lagi.
Dan
begitu
seterusnya.
Dari
sini
jelaslah
makna
bagian
akhir
ayat
ini
yang
berbunyi
wa
mâ
antum
bi
khâzinîn
yang
berarti
'kalian
tidak
akan
dapat
mencegah
turunnya
atau
terserapnya
hujan
dari
dan
di
dalam
langit,
dalam
bentuk
uap'.
]
[ وأرسلنا الرياح لواقح فأنزلنا من السماء ماء فأسقيناكموه وما أنتم له بخازنين ] — الحجر 22