Filter Results
Sonuçlar: ( 1 - 6 | 6 )
(0,022 saniye)
#1
Al Imran
:76
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Benar,
mereka
sungguh
telah
membohongi
dan
mendustakan
Allah.
Sesungguhnya
orang
yang
melaksanakan
hak
orang
lain,
menepatinya
sesuai
waktu
yang
mereka
janjikan,
dan
takut
kepada
Allah
dengan
tidak
menguranginya
dan
menundanya,
tentu
akan
beruntung
mendapatkan
kecintaan
Allah,
karena
ia
bertakwa
kepada-Nya(1).
(1)
Ayat
ini
mengisyaratkan
kewajiban
menepati
janji.
Banyak
ayat
lain
sebelum
ayat
ini
yang
juga
berbicara
tentang
kewajiban
menepati
janji,
seperti
ayat
27
surat
al-Baqarah,
misalnya.
Umat
Islam
dituduh
tidak
memelihara
perjanjian.
Mereka,
menurut
tuduhan
itu,
melakukan
perjanjian
hanya
demi
tujuan
yang
bersifat
sementara,
untuk
kemudian
melanggarnya
di
mana
ada
kesempatan.
Tuduhan
semacam
itu
telah
pernah
disanggah
oleh
Imam
'Aliy
ibn
Abî
Thâlib
dalam
suratnya
yang
ditujukan
kepada
al-Asytar
al-Nakh'iy.
Bunyinya,
"Kalau
terdapat
perjanjian
di
antara
kamu
dengan
musuhmu
atau
dengan
ahl
al-dzimmah
(non
Muslim
yang
tinggal
di
kawasan
pemerintahan
Islam
yang
mendapatkan
perlindungan
menyangkut
hak
hidup,
kepemilikan
dan
kebebasan
beragama,
melalui
suatu
perjanjian,
pen.),
maka
tepatilah
perjanjian
itu
dan
peliharalah
kewajiban
melindungi
itu
dengan
jujur.
Jadikan
dirimu
sebagai
perisai
yang
melindungimu
dari
pemberian
mereka
kepadamu.
Sebab
tidak
ada
perintah
Allah
yang
lebih
disepakati
perlunya
oleh
orang
banyak,
meskipun
mereka
berbeda-beda
keinginan,
daripada
perintah
untuk
menepati
janji.
Maka,
jangan
khianati
perlindunganmu
dan
perjanjianmu."
Dalam
sejarah
peradaban
Islam
pernah
terjadi
suatu
peristiwa
ketika
seorang
pemimpin
Islam
mengembalikan
jizyah
(upeti)
yang
telah
dibayarkan
Ahl
al-Kitâb
kepadanya.
Hal
itu
dilakukannya
setelah
ia
merasa
tidak
lagi
mampu
melindungi
mereka.
Dan
itu
merupakan
syarat
perjanjian.
]
[ بلى من أوفى بعهده واتقى فإن الله يحب المتقين ] — آل عمران 76
#2
Saba
:46
— MS
, Abdullah Muhammad Basmeih
[
Katakanlah
(wahai
Muhammad):
"Aku
hanyalah
mengajar
dan
menasihati
kamu
dengan
satu
perkara
sahaja,
iaitu:
hendaklah
kamu
bersungguh-sungguh
berusaha
mencari
kebenaran
kerana
Allah
semata-mata,
sama
ada
dengan
cara
berdua
(dengan
orang
lain),
atau
seorang
diri;
kemudian
hendaklah
kamu
berfikir
sematang-matangnya
(untuk
mengetahui
salah
benarnya
ajaranKu)".
Sebenarnya
tidak
ada
pada
(Muhammad)
yang
menjadi
sahabat
kamu
sebarang
penyakit
gila
(sebagaimana
yang
dituduh);
ia
hanyalah
seorang
Rasul
pemberi
amaran
kepada
kamu,
sebelum
kamu
ditimpa
azab
yang
berat
(di
akhirat).
]
[ قل إنما أعظكم بواحدة أن تقوموا لله مثنى وفرادى ثم تتفكروا ما بصاحبكم من جنة إن هو إلا نذير لكم بين يدي عذاب شديد ] — سبأ 46
#3
Ash-Sh'araa
:198
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
#4
Al-Qalam
:2
— MS
, Abdullah Muhammad Basmeih
#5
At-Takwir
:24
— MS
, Abdullah Muhammad Basmeih
#6
Ad-Dhuha
:3
— MS
, Abdullah Muhammad Basmeih