Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 1 daripada 1 )
(0.041 saat)
#1
Ya-Sin
:68
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Barangsiapa
yang
Kami
panjangkan
usianya,
Kami
akan
mengembalikannya
dari
kuat
menjadi
lemah.
Tidakkah
mereka
berpikir
akan
kekuasaan
Kami
melakukan
hal
itu
sehingga
mereka
menyadari
bahwa
dunia
ini
hanyalah
ediaman
yang
fana
dan
akhirat
merupakan
tempat
yang
abadi?(1).
(1)
Hal
itu
terjadi
karena
kehidupan
manusia
mengalami
tiga
fase,
yaitu
fase
pertumbuhan,
fase
kematangan
dan
fase
atrofi
atau
penyusutan.
Seseorang
akan
memasuki
masa
tua
ketika
pada
dirinya
mulai
terjadi
penyusutan
parenkim
di
ginjal,
jantung,
kelenjar
gondok
dan
pankreas.
Itu
semua
mempunyai
peranan
dalam
membuat
seluruh
tubuh
menjadi
lemah.
Pembuluh
nadi
pun,
saat
itu,
mulai
mengalami
pengerasan
dan
penyusutan.
Dengan
demikian,
darah
yang
mengalir
ke
seluruh
bagian
tubuh
pun
berkurang.
Akibatnya
tubuh
menjadi
semakin
lemah.
Di
antara
penyebab
ketuaan
lainnya
adalah
bahwa
daya
perusak
lebih
kuat
daripada
daya
pembangun
(metabolisme)
tubuh.
Hal
itu
dimungkinkan
karena
semua
sel
pada
tubuh
mengalami
perubahan
terus
menerus,
kecuali
sel
otak
dan
urat
saraf
tulang
belakang
yang
tidak
pernah
mengalami
perubahan
sepanjang
hidup.
Jika
jumlah
sel
baru
sama
dengan
jumlah
sel
yang
mati,
maka
tidak
akan
terjadi
apa-apa
pada
tubuh.
Tetapi
jika
jumlah
sel
yang
mati
lebih
banyak
daripada
sel
baru
pada
bagian
tubuh
mana
saja,
maka
bagian
tubuh
itu
akan
mengalami
penyusutan.
Atas
dasar
itu,
semakin
bertambah
usia
seseorang,
jumlah
selnya
yang
mati
pun
bertambah
banyak.
Pada
gilirannya
akan
terjadi
penambahan
degradasi
sel
yang
mengakibatkan
penyusutan
secara
umum.
Jumlah
pertambahan
sel-sel
baru
itu
sendiri
berbeda
dari
satu
jaringan
ke
jaringan
lain.
Jaringan
yang
tampak,
seperti
kulit
yang
menyelimuti
tubuh
dan
selaput
dalam
saluran
pencernaan
serta
saluran-saluran
kelenjar
mengalami
penyusutan
lebih
banyak
seiring
dengan
bertambahnya
usia
seseorang.
Dan
itu
merupakan
penyebab
langsung
terjadinya
ketuaan.
]
[ ومن نعمره ننكسه في الخلق أفلا يعقلون ] — يس 68