Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 1 daripada 1 )
(0.021 saat)
#1
At-Taghabun
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[64
~
AT-TAGHABUN
(HARI
DITAMPAKKAN
SEGALA
KESALAHAN)
Pendahuluan:
Madaniyyah,
18
ayat
~
Surat
ini
dibuka
dengan
pemberitahuan
bahwa
segala
sesuatu
yang
ada
di
langit
dan
bumi
selalu
menyucikan
Allah
dari
segala
hal
yang
tidak
pantas
disandangkan
kepada-Nya,
bahwa
kerajaan
dan
pujian
hanya
milik-Nya,
dan
bahwa
Dia
Mahakuasa
atas
segala
sesuatu.
Kemudian
diikuti
dengan
menyebutkan
beberapa
tanda
yang
menunjukkan
kesempurnaan
kekuasaan
dan
pengetahuan
Allah.
Surat
ini
kemudian
beralih
kepada
pembicaraan
mengenai
orang-orang
yang
kafir
dan
mendurhakai
rasul
sebelum
mereka.
Mereka
telah
merasakan
akibat
buruk
perbuatan
mereka.
Sebab,
mereka
telah
didatangkan
para
rasul
dengan
membawa
bukti-bukti
yang
jelas.
Tetapi,
mereka
mengingkari
dan
berpaling
dari
para
rasul
tersebut.
Setelah
itu,
pembicaran
beralih
kepada
bantahan
atas
dugaan
orang-orang
kafir
bahwa
mereka
tidak
akan
dibangkitkan.
Surat
ini
mengajak
manusia
untuk
beriman
kepada
Allah,
Rasul-Nya
dan
cahaya
yang
telah
diturunkan
kepadanya--yaitu
al-Qur'ân--mengingatkan
mereka
akan
hari
ketika
manusia
dikumpulkan
untuk
ditampakkan
segala
kesalahan.
Saat
itu
orang-orang
yang
beriman
dan
beramal
saleh
akan
memperoleh
keberuntungan
yang
besar,
sedangkan
orang-orang
kafir
akan
menjadi
penghuni
neraka
yang
merupakan
tempat
terburuk.
Dijelaskan
juga
bahwa
segala
musibah
terjadi
dengan
izin
Allah
dan
siapa
yang
beriman
kepada-Nya
maka
kalbunya
akan
diberi
petunjuk.
Selain
itu,
surat
ini
juga
meminta
kepada
manusia
agar
taat
kepada
Allah
dan
Rasul-Nya.
Seandainya
mereka
tetap
berpaling,
maka
tugas
seorang
rasul
sebenarnya
hanyalah
sekadar
menyampaikan.
Orang-orang
Mukmin
juga
diingatkan
dalam
surat
ini
bahwa
sesungguhnya
harta
dan
anak
itu
adalah
cobaan.
Maka,
hendaknya
perhatian
mereka
terhadap
harta
dan
anak
tidak
membuat
mereka
lalai
dalam
melaksanakan
segala
perintah
Allah.
Kemudian
mereka
diperintah
untuk
bertakwa
sebisa
mungkin.
Akhirnya,
surat
ini
ditutup
dengan
perintah
kepada
mereka
untuk
berinfak
di
jalan
kebaikan,
pernyataan
bahwa
Allah
Maha
Berterimakasih,
Maha
Penyantun,
Mahatahu
semua
yang
gaib
dan
yang
nyata
sehingga
akan
membalas
infak
harta
mereka,
dan
penjelasan
bahwa
Allah
juga
Maha
Perkasa
sehingga
tak
terkalahkan,
Mahabijak
yang
tidak
melakukan
sesuatu
dengan
sia-sia.]]
Segala
sesuatu
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi
selalu
menyucikan
Allah
dari
hal-hal
yang
tidak
pantas
dengan
kebesaran-Nya.
Kepemilikan
yang
sempurna
hanyalah
milik-Nya,
begitu
pula
segala
pujian
baik.
Dan
Dia
Mahakuasa
atas
segala
sesuatu.
]
[ يسبح لله ما في السماوات وما في الأرض له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير ] — التغابن 1