Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 1 daripada 1 )
(0.025 saat)
#1
At-Tawba
:117
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Allah
telah
memberikan
karunia
kepada
Nabi-Nya
dan
para
sahabat
di
kalangan
Muhâjirîn
dan
Anshâr
yang
benar-benar
beriman,
yang
berjihad
bersamanya
di
masa
sulit
(pada
perang
Tabûk)(1).
Maka
Allah
menguatkan
dan
menolong
mereka
dari
keengganan
berjihad,
setelah
perasaaan
sulit
yang
semakin
menjadi-jadi
menimpa
sebagian
mereka,
yang
membuat
hati
mereka
hampir
condong
kepada
keengganan
untuk
berjihad.
Kemudian
Allah
mengampuni
mereka
atas
perasaan
yang
timbul
dalam
diri
mereka
ini.
Sesungguhnya
Dia
sangat
besar
rasa
kasih
dan
sayang-Nya
kepada
mereka.
(1)
Perang
Tabûk
terjadi
pada
bulan
Rajab
tahun
9
Hijriyah,
antara
orang-orang
Muslim
dan
Romawi.
Tentara
Islam
yang
berjihad
pada
perang
ini
dinamakan
dengan
"tentara
sulit",
karena
persiapan
untuk
itu
dilakukan
pada
masa
yang
sulit
dan
pasukan
tentara
yang
sangat
sedikit.
Ketika
Rasulullah
saw.
tiba
di
Tabûk,
Johannes
datang
dan
mengajukan
perdamaian
bersamanya
dengan
syarat
wajib
membayar
jizyah.
Rasulullah
tinggal
di
Tabûk
selama
beberapa
malam,
kemudian
keluar
dan
kembali
ke
Madinah.
Inilah
perang
terakhir
yang
diikuti
langsung
oleh
Rasulullah
]
[ لقد تاب الله على النبي والمهاجرين والأنصار الذين اتبعوه في ساعة العسرة من بعد ما كاد يزيغ قلوب فريق منهم ثم تاب عليهم إنه بهم رءوف رحيم ] — التوبة 117