Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 2 daripada 2 )
(0.022 saat)
#1
Yusuf
:96
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Ia
masih
terus
berharap
menanti
kasih
sayang
Allah
sementara
keluarganya
masih
terus
berburuk
sangka
kepadanya,
hingga
datang
orang-orang
dengan
membawa
baju
Yûsuf
dan
memberitahukan
bahwa
Yûsuf
selamat
dan
masih
hidup.
Ketika
baju
itu
dilempar
ke
arah
Ya'qûb,
ia
mencium
bau
Yûsuf.
Hatinya
pun
sangat
gembira,
hingga
matanya
dapat
melihat
kembali.
Ketika
mereka
menceritakan
kepadanya
kondisi
Yûsuf
yang
meminta
ayah
dan
keluarganya
untuk
menjenguknya,
Ya'qûb
menoleh
kepada
orang-orang
di
sekelilingnya
seraya
mengingatkan
mereka
akan
kenabian
Yûsuf.
Ya'qûb
mencela
mereka
yang
mendustakan
Yûsuf.
Ya'qûb
mengarahkan
pikiran
mereka
kepada
apa
yang
ia
tekankan
tadi
bahwa
ia
mendapat
kasih
sayang
Allah
yang
tidak
mereka
dapat.
]
[ فلما أن جاء البشير ألقاه على وجهه فارتد بصيرا قال ألم أقل لكم إني أعلم من الله ما لا تعلمون ] — يوسف 96
#2
Yusuf
:94
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Mereka
pun
lalu
pergi
membawa
baju
Yûsuf.
Saat
itu
hati
Ya'qûb
berdebar
menanti
berita
yang
akan
dibawa
anak-anaknya.
Saat
menanti
itu
Allah
selalu
bersama
Ya'qûb
dan
menghubungkan
antara
jiwanya
dan
jiwa
anak-anaknya.
Maka,
tatkala
kafilah
anak-anaknya
telah
melewati
perbatasan
Mesir
menuju
kepadanya,
Allah
melapangkan
harapannya
dan
memberikan
ketenangan
tentang
dekatnya
kabar
gembira
mengenai
keselamatan
Yûsuf.
Ya'qûb
memberitahukan
hal
itu
kepada
keluarganya
seraya
berkata,
"Aku
mencium
bau
Yûsuf
yang
sangat
aku
sukai.
Kalau
bukan
karena
takut
kalian
tuduh
aku
berbuat
sesuatu
yang
tidak
baik,
tentu
aku
akan
ceritakan
kepada
kalian
lebih
dari
sekadar
perasaan
dan
naluri."
]
[ ولما فصلت العير قال أبوهم إني لأجد ريح يوسف لولا أن تفندون ] — يوسف 94