Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 2 daripada 2 )
(0.022 saat)
#1
An-Naml
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[27
~
AN-NAML
(SEMUT)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
93
ayat
~
Surat
al-Naml
dimulai
dengan
huruf-huruf
fonemis
yang
bertujuan
untuk
mengingatkan
kembali
bahwa
al-Qur'ân,
meskipun
menggunakan
anasir
yang
sama
dengan
bahasa
orang-orang
Arab,
tetap
merupakan
mukjizat.
Dari
sisi
lain,
huruf-huruf
pada
permulaan
surat
seperti
itu
memiliki
fungsi
intrinsik
(maknawi)
yang
mencela
orang-orang
yang
enggan
mendengarkan
al-Qur'ân.
Ayat-ayat
pertama
surat
ini
menuturkan
kisah
dan
berbagai
mukjizat
Mûsâ
a.
s.,
kisah
Dâwûd
a.
s.
dan
hikayat
pewarisan
tahta
kerajaan
dari
sang
ayahanda,
Sulaymân
a.
s.,
nabi
yang
memiliki
kekuatan
supra
natural
karunia
Allah
Swt.
Ia
memiliki
kemampuan
menundukkan
jin,
manusia,
bangsa
burung
dan
dapat
memahami
bahasa
binatang.
Nabi
yang
selalu
mensyukuri
nikmat-nikmat
Tuhannya.
Ayat-ayat
berikutnya
berkisah
tentang
kembalinya
burung
hudhud
dari
sebuah
pengembaraan
dengan
membawa
berita
tentang
Balqîs,
Ratu
yang
bersama
rakyatnya
menyembah
matahari.
Sulaymân
melayangkan
sepucuk
surat
pada
sang
ratu.
Setelah
berunding
dengan
para
pendampingnya,
Balqîs
memutuskan
membalas
surat
Sulaymân
dengan
mengirimkan
berbagai
hadiah.
Disinggung
pula
peristiwa
menakjubkan
saat
Balqîs
memasuki
istana
Sulaymân
dengan
penuh
perasaan
kagum,
karena
sang
nabi
telah
memboyong
singgasana
sang
ratu
dengan
bantuan
seorang
ahli
yang
memiliki
pengetahuan
tentang
kitab.
Terakhir,
Balqîs
mengikrarkan
keimanannya.
Ayat-ayat
berikutnya
menuturkan
kisah
Nabi
Shâlih
bersama
kaumnya,
kisah
Nabi
Lûth
bersama
kaumnya,
kisah
penyelamatan
Nabi
Lûth
dan
pembinasan
orang-orang
yang
menyimpang
dari
hukum
Tuhan.
Beberapa
ayat
lainnya
berusaha
menggugah
akal
pikiran
manusia
untuk
memperhatikan
tanda-tanda
kekuasaan
dan
keesaan
Allah
yang
terdapat
di
langit
dan
di
bumi.
Dilanjutkan
dengan
penjelasan
kedudukan
al-Qur'ân
dalam
dakwah
dan
berpalingnya
orang-orang
kafir
dari
al-Qur'ân
dengan
kesempurnaan
mukjizatnya.
Disinggung
pula,
dalam
surat
ini,
keterangan
ringkas
perihal
datangnya
makhluk
dalam
wujud
binatang
melata,
pada
masa-masa
menjelang
hari
kiamat,
yang
akan
bercakap-cakap
dengan
manusia
dan
yang
akan
menceritakan
keingkaran
mereka
pada
ayat-ayat
Allah.
Masih
dalam
topik
pembicaraan
hari
kiamat,
ayat-ayat
selanjutnya
menggambarkan
kepanikan
alam
semesta
saat
mendengar
bunyi
terompet
Isrâfîl,
sebagai
pertanda
kebangkitan
dan
masa
pengumpulan
manusia
telah
tiba.
Bagian
akhir
surat
berisi
penjelasan
hakikat
alam
raya,
gunung-gunung
yang
berjalan
bagaikan
awan,
uraian
metode
dakwah
Nabi
dan
keharusan
memuji
Allah
Swt.]]
Thâ,
Sîn.
Dua
buah
huruf
fonemis
yang
membuka
surat
ini
bertujuan
untuk
menggugah
perhatian
para
pendengar
kepada
rahasia
mukjizat
al-Qur'ân
sambil
memberi
isyarat
bahwa
bahasa
al-Qur'ân
itu
sama
dengan
bahasa
yang
mereka
pergunakan
dalam
berkomunikasi.
Di
samping
kegunaan
tersebut,
huruf-huruf
seperti
itu
memiliki
fungsi
psikologis,
memusatkan
konsentrasi
para
pendengar.
Itulah
ayat-ayat
yang
diturunkan
Allah
yang
telah
dibacakan
kepada
kalian
dan
kalian
dapat
membacanya
sendiri.
Itulah
kitab
yang
menjelaskan
apa
yang
dikandungnya.
]
[ طس تلك آيات القرآن وكتاب مبين ] — النمل 1
#2
Al-Hajj
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[22
~
AL-HAJJ
(IBADAH
HAJI)
Pendahuluan:
Madaniyyah,
78
ayat
~
Surat
yang
terdiri
atas
78
ayat
ini
termasuk
kelompok
surat-surat
Madaniyyah,
kecuali
ayat
52,
53
54
dan
55.
Surat
ini
diawali
dengan
perintah
untuk
takut
kepada
Allah
dan
peringatan
tentang
berbagai
peristiwa
menakutkan
yang
akan
terjadi
pada
hari
kiamat.
Kemudian
dilanjutkan
dengan
pemaparan
bukti
pembangkitan
berupa
gambaran
tentang
proses
penciptaan
manusia
dan
tumbuh-
tumbuhan.
Surat
ini
juga
menyinggung
sikap
memperdebatkan
Allah
beserta
akibatnya.
Diteruskan
dengan
pembicaraan
tentang
hal
ihwal
ibadah
haji--persoalan
yang
digunakan
sebagai
judul
surat
ini--dan
keharusan
untuk
mengagungkan
rincian
amalan-amalannya.
Setelah
itu
semua,
surat
ini
berturut-turut
membahas
tentang
izin
Allah
untuk
melakukan
peperangan
demi
membela
diri,
tentang
pemberian
hiburan
kepada
Nabi
Muhammad
atas
perlakuan
kaumnya
dengan
menyebutkan
kisah
perjalanan
para
rasul
terdahulu
dan
penindasan
kaum
mereka,
tentang
bukti-bukti
kekuasaan
Allah,
serta
tentang
batasan
tugas
rasul
yang
hanya
berkewajiban
memberi
peringatan,
bukan
menciptakan
orang
baik.
Pada
bagian
akhir,
surat
ini
melontarkan
tantangan
kepada
para
sekutu
Allah,
yang
didakwakan
oleh
orang-orang
musyrik,
untuk
menunjukkan
betapa
bodohnya
orang-orang
musyrik
itu.
Mengapa?
Karena
para
sekutu
itu
ternyata
tidak
mampu
menciptakan
lalat,
makhluk
Allah
yang
paling
lemah
itu.
Bahkan
bila
lalat
itu
secara
kebetulan
mencuri
sesuatu
darinya,
ia
tidak
mampu
menyelamatkannya.
Selanjutnya,
disebutkan
seruan
untuk
mengerjakan
salat,
zakat
dan
berjuang
di
jalan
Allah.
Seruan
yang
tidak
dimaksudkan
untuk
terlalu
membebani
dan
menimbulkan
kesulitan
itu
adalah
ajaran
yang
terkandung
dalam
agama
Nabi
Ibrâhîm,
ayahanda
Nabi
Ismâ'îl
dan
moyang
marga
'Adnâniyyah.
Dengan
memenuhi
seruan-seruan
itu,
umat
Islam
kelak
akan
mendapatkan
persaksian
dari
Rasulullah
saw.
bahwa
beliau
telah
menyampaikan
misi
suci
dari
Allah.
Di
samping
persaksian
Rasul
tersebut,
mereka
sendiri
akan
menjadi
saksi,
berdasarkan
al-Qur'ân,
atas
bangsa-bangsa
terdahulu,
bahwa
rasul-rasul
mereka
juga
telah
menyampaikan
risalah
suci.
Dan
terakhir,
surat
ini
ditutup
dengan
pesan
untuk
meminta
perlindungan
kepada
Allah,
sebaik-baik
pelindung
dan
penolong.]]
Hai
manusia,
takutlah
kalian
akan
siksa
Tuhan.
Dan
ingatlah
selalu
akan
hari
kiamat,
karena
kegoncangan
yang
terjadi
pada
hari
itu
sangat
dahsyat,
mencekam
dan
menggetarkan
semua
makhluk
hidup.
]
[ يا أيها الناس اتقوا ربكم إن زلزلة الساعة شيء عظيم ] — الحج 1