Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 1 daripada 1 )
(0.022 saat)
#1
Al-A'raf
:73
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Kami
utus
kepada
kaum
Tsamûd(1)
saudara
mereka,
Shâlih,
yang
berasal
dari
keturunan
dan
negeri
mereka
sendiri.
Ajarannya
sama
dengan
ajaran
rasul-rasul
yang
datang
sebelum
dan
sesudah
dia.
Ia
berkata
kepada
mereka,
"Sembahlah
hanya
Allah
semata.
Tidak
ada
tuhan
yang
patut
disembah
selain
Dia.
Telah
datang
untuk
kalian
bukti
kebenaran
risalah
yang
aku
bawa
dari
Tuhan.
yaitu
berupa
unta
dengan
ciri-ciri
khusus.
Di
situ
terdapat
bukti
yang
jelas.
Unta
itu
adalah
milik
Allah,
maka
biarkanlah
dia
memakan
rumput
di
bumi
Allah.
Jangan
kalian
sakiti,
sebab,
dengan
menyakitinya,
kalian
akan
ditimpa
siksa
pedih
yang
memilukan.
(1)
Kaum
Tsamûd
merupakan
generasi
pertama
dari
Arab
Bâ'idah,
sama
seperti
'Ad.
Nama
mereka
tertera
dalam
ukiran-ukiran
peninggalan
raja
Sarjoun
II,
salah
seorang
raja
Asiria
Baru
pada
tahun
715
SM.
Mereka
disebut
sebagai
termasuk
bangsa-bangsa
yang
pernah
ditaklukkan
raja
tersebut
di
sebelah
utara
semenanjung
Arab.
Tempat
tinggal
mereka,
yang
masyhur
dalam
buku-buku
pakar
Arab
adalah
di
Hijr
yang
dikenal
dengan
kota-kota
Shâlih
di
Wâdî
al-Qurâ.
Al-Ashtakhriy
pernah
mengunjungi
tempat
tersebut.
Dia
menyebutkan
bahwa
di
situ
terdapat
sebuah
sumur
yang
disebut
dengan
sumur
Tsamûd.
al-Mas'ûdiy
dalam
bukunya
Murûj
al-Dzahab,
jilid
I,
halaman
259,
menyebutkan
bahwa
tempat
tinggal
mereka
berada
di
antara
Syâm
dan
Hijâz
sampai
ke
pantai
laut
Habasyah
(Etiopia).
Rumah-rumah
mereka
terpahat
di
gunung-gunung.
Pada
zaman
al-Mas'ûdiy,
peninggalan-peninggalan
mereka
masih
tampak
jelas
bagi
orang
yang
melakukan
perjalanan
haji
dari
Syâm
di
dekat
Wâdî
al-Qurâ.
]
[ وإلى ثمود أخاهم صالحا قال يا قوم اعبدوا الله ما لكم من إله غيره قد جاءتكم بينة من ربكم هذه ناقة الله لكم آية فذروها تأكل في أرض الله ولا تمسوها بسوء فيأخذكم عذاب أليم ] — الأعراف 73