Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 2 ന്റെ 2 )
(0.027 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Al-An'am
:95
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Bukti
kekuasaan
Allah
tentang
hari
kiamat,
keberhakan-Nya
untuk
disembah
dan
kebangkitan
kembali
manusia
dari
dalam
kuburnya,
sungguh
bermacam-macam.
Allah,
misalnya,
membelah
berbagai
biji
sumber
bibit
untuk
mengeluarkan
tumbuh-tumbuhan
baru.
Dia
juga
membelah
tunas
untuk
menumbuhkan
pohon-
pohon
baru.
Dia
mengeluarkan
benda
hidup
dari
benda
mati--seperti
manusia
dari
tanah--dan
mengeluarkan
benda
mati
dari
benda
hidup--seperti
susu
yang
keluar
dari
tubuh
hewan.
Zat
yang
Mahakuasa
dan
Mahaagung
itu
adalah
Tuhan
yang
sebenarnya.
Tak
ada
yang
menolehkan
kalian
dari
penyembahan-Nya,
selain
Dia(1).
(1)
Ayat
ini
menunjukkan
salah
satu
bukti
kekuasaan
Allah
swt.,
yaitu
penciptaan
biji
dan
embrio
tanaman
di
setiap
tempat
yang
sempit.
Sedangkan
bagian
lain
biji
itu,
terdiri
atas
zat-zat
tidak
hidup
terakumulasi.
Ketika
embrio
itu
mulai
bernyawa
dan
tumbuh,
zat-
zat
yang
terakumulasi
itu
berubah
menjadi
zat
yang
dapat
memberi
makan
embrio.
Ketika
mulai
pertumbuhan,
dan
sel-sel
hidup
mulai
terbentuk,
biji
kedua
berubah
pula
dari
fase
biji/bibit
ke
fase
tunas.
Saat
itu
tumbuhan
mulai
dapat
memenuhi
kebutuhan
makanannya
sendiri,
dari
zat
garam
yang
larut
dalam
air
di
dalam
tanah
dan
diserap
oleh
akar
serabut,
dan
terbentuknya
zat
hijau
daun
dari
karbohidrat,
seperti
gula
dengan
bantuan
cahaya
matahari.
Ketika
siklus
itu
sampai
pada
titik
akhirnya,
buah-buahan
kembali
mengandung
biji-bijian
yang
merupakan
bahan
kehidupan
baru
lagi.
Dan
begitu
seterusnya.
(Lihat
juga
catatan
kaki
tafsir
ayat
28,
surat
Alu
'Imrân).
]
[ إن الله فالق الحب والنوى يخرج الحي من الميت ومخرج الميت من الحي ذلكم الله فأنى تؤفكون ] — الأنعام 95
#2
Al-Baqarah
:265
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Orang-orang
yang
menafkahkan
hartanya
untuk
memperoleh
keridaan
Allah
dan
memantapkan
keimanan
mereka,
perumpamaannya
seperti
pemilik
kebun
di
sebuah
dataran
tinggi
yang
subur.
(1)
Di
tempat
tersebut
bisa
tumbuh
pepohonan
dengan
sedikit
atau
banyak
air.
Jika
hujan
deras,
hasilnya
dua
kali
lipat.
Dan
kalau
yang
turun
sedikit,
tanah
yang
subur
itu
cukup
untuk
menghasilkan
buah.
Dalam
dua
keadaan
di
atas
ia
bisa
menghasilkan.
Orang-orang
Mukmin
yang
ikhlas
tidak
akan
sia-sia
perbuatannya.
Tidak
ada
satu
pun
perbuatan
kalian
yang
tidak
diketahui
Allah.
(1)
Di
sini
al-Qur'ân
menggunakan
kata
"rabwah"
yang
dalam
bahasa
Arab
berarti
'tanah
subur
yang
berada
di
dataran
tinggi'.
Ini
sesuai
dengan
penemuan
ilmiah
modern.
Semakin
tinggi
sebuah
dataran,
akan
semakin
jauh
dari
sumber
air
yang
mengakibatkan
akar
tumbuh-tumbuhan
menjadi
semakin
memanjang.
Serabut
yang
berfungsi
menyerap
makanan
pun
menjadi
banyak,
sehingga
makanan
yang
membentuk
zat
hijau
daun
(klorofil)
mejadi
banyak
pula.
Dengan
demikian,
pohon
itu
menjadi
produktif
menghasilkan
buah.
Hujan
yang
deras
memiliki
banyak
fungsi
selain
sebagai
makanan.
Fungsi
itu,
antara
lain,
melunakkan
zat-zat
yang
diperlukan
tumbuhan,
membersihkannya
dari
zat-zat
yang
menghambat
pertumbuhan
dan
menjaga
hama.
]
[ ومثل الذين ينفقون أموالهم ابتغاء مرضات الله وتثبيتا من أنفسهم كمثل جنة بربوة أصابها وابل فآتت أكلها ضعفين فإن لم يصبها وابل فطل والله بما تعملون بصير ] — البقرة 265