Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 1 ന്റെ 1 )
(0.025 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Hud
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[11
~
HUD
(NABI
HUD)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
123
ayat
~
Surat
Hûd
merupakan
salah
satu
dari
kelompok
surat
Makkiyyah.
Surat
yang
terdiri
atas
123
ayat
ini
dibuka
dengan
menyebutkan
kemuliaan
al-Qur'ân,
tentang
penyembahan
kepada
Allah
semata,
tentang
janji-janji
dan
ancaman-ancaman-Nya,
serta
penjelasan
mengenai
kekuasaan
Allah
dan
hal
ihwal
manusia
yang
mendapatkan
karunia
atau
bencana
dari
Allah.
Kemudian
kembali
dibicarakan
mengenai
kedudukan
al-Qur'ân
sebagai
mukjizat
yang
menantang,
tentang
orang-orang
kafir
yang
tidak
memiliki
dasar
untuk
mempertahankan
kekufuran
mereka
dan
tentang
ganjaran
pahala
bagi
orang-orang
yang
beriman.
Selanjutnya,
dalam
surat
ini
Allah
memaparkan
beberapa
kisah
para
nabi,
termasuk
di
dalamnya
perdebatan
yang
terjadi
antara
para
nabi
dengan
kaum-kaum
mereka
dan
bagaimana
kemudian
orang-orang
kafir
itu
ditimpakan
azab,
sementara
orang-orang
Mukmin
diselamatkan
dari
azab
itu.
Kisah
Nabi
Nûh
a.
s.,
dalam
surat
ini,
dijelaskan
dengan
lebih
rinci
dibanding
paparan
sebelumnya
dalam
surat
Yûnus.
Dalam
kisah
itu
dijelaskan
tentang
watak
orang-orang
kafir
yang
selalu
mengingkari
kebenaran
sehingga
mereka
mendapatkan
murka
Tuhan.
Setelah
kisah
Nûh
a.
s.,
dipaparkan
pula
kisah
Nabi
Hûd
a.
s.
dan
kaumnya,
'Ad,
disertai
penjelasan
mengenai
watak
orang-orang
kafir
dan
bagaimana
akhirnya
mereka
tidak
dapat
menampik
bencana
yang
diturunkan
Allah,
meskipun
dengan
kekuatan
dan
kehebatan
yang
mereka
miliki
saat
itu.
Setelah
itu,
dengan
alur
yang
hampir
sama,
dipaparkan
juga
kisah
para
Nabi
lainnya:
Shâlih
a.
s.
dengan
kaum
Tsamûd,
Ibrâhîm
a.
s,
Lûth
a.
s.,
dan
Syu'ayb
a.
s.
Kemudian,
setelah
memaparkan
kisah-kisah
tersebut,
Allah
menjelaskan
hikmah-hikmah
yang
dapat
dipetik
dari
kisah-kisah
itu.
Surat
ini
kemudian
ditutup
dengan
mengajak
orang-orang
Mukmin
untuk
selalu
berusaha
sambil
mengharapkan
perkenan
Allah.
Kemudian
Allah
menyebutkan
mengenai
kemahasempurnaan
ilmu
yang
dimiliki-Nya
dan
kewajiban
berserah
diri
kepada-Nya.]]
Alif,
Lâm,
Râ'.
Dengan
huruf-huruf
fonemis
ini
surat
ini
diawali
untuk,
pertama,
mengisyaratkan
bahwa
al-Qur'ân--meskipun
terdiri
atas
huruf-huruf
yang
mereka
gunakan
dalam
percakapan
mereka--merupakan
suatu
mukjizat.
Kedua,
untuk
menarik
perhatian
agar,
saat
dibacakan,
al-Qur'ân
harus
disimak,
sebagai
pertanda
bahwa
al-Qur'ân
adalah
kitab
suci
yang
memiliki
kedudukan
yang
sangat
luhur:
ayat-ayatnya
diturunkan
dengan
jelas,
tidak
ada
kesalahan
dan
ketersamaran;
langgamnya
tersusun
rapi
tanpa
cacat,
terang
dan
jelas;
dan
hukum-hukumnya
tertuang
secara
terperinci.
Al-Qur'ân,
di
samping
mulia
karena
kandungannya,
juga
menjadi
mulia
karena
ia
merupakan
kitab
suci
yang
diturunkan
dari
sisi
Allah
yang
Mahatahu
atas
segala
sesuatu
dan
kemudian
menempatkannya
pada
posisi
yang
tepat.
]
[ الر كتاب أحكمت آياته ثم فصلت من لدن حكيم خبير ] — هود 1