Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 1 ന്റെ 1 )
(0.024 നിമിഷങ്ങള്)
#1
An-Naml
:82
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Apabila
janji
Allah
akan
datangnya
hari
kiamat
itu
semakin
dekat,
dan
orang-orang
kafir
itu
hampir
ditimpa
azab,
Allah
akan
mendatangkan
binatang
melata
dari
dalam
bumi
yang
dapat
bercakap-cakap.
Di
antara
ucapannya
adalah:
"Sesungguhnya
orang-orang
kafir
itu
mengingkari
seluruh
mukjizat
dan
tidak
mau
beriman
pada
hari
kiamat.
Saat
ini
terbukti
apa
yang
sebelumnya
mereka
ingkari.
Inilah
dahsyatnya
hari
kiamat
dan
peristiwa-peristiwa
yang
bakal
terjadi
sesudah
itu.
"(1).
(1)
Demikianlah
penafsiran
ayat
ini
bedasarkan
makna
tekstualnya.
Ada
dua
pendapat
lain
mengenai
penafsiran
makna
ayat
ini.
Pertama,
yang
dimaksud
dengan
kata
"dâbbah"
dalam
ayat
ini
adalah
apa
saja
yang
berjalan
(melata)
di
atas
bumi,
termasuk
binatang
dan
manusia.
Dalam
konteks
penafsiran
ini,
pengertian
yang
mungkin
lebih
tepat
adalah
bahwa
kata
"dâbbah"
berarti
'manusia',
yang
muncul
menjelang
hari
kiamat.
Dengan
demikian,
ayat
ini
berarti
sebagai
berikut:
"Apabila
kepastian
bahwa
orang-orang
kafir
akan
mendapat
siksa
telah
datang,
mereka
akan
didatangi
sekelompok
orang
beriman
yang
berjalan
melalui
lembah
atau
dataran
hingga
mengoncangkan
orang-orang
kafir
dan
memporak-porandakan
bangunannya".
Kedua,
kata
"dâbbah"
di
atas
dapat
diartikan
sebagai
'orang-orang
jahat'
yang,
karena
kebodohannya,
disamakan
dengan
hewan
melata.
Pendapat
ini
dicantumkan
oleh
Al-Ashfahânî
dalam
bukunya
Al-Muqarrarât.
Dengan
begitu,
ayat
itu
berarti
demikian:
"Ketika
hari
kiamat
telah
hampir
tiba,
bumi
ini
akan
dipenuhi
oleh
kejahatan
dan
kerusakan.
Lalu
terjadilah
peristiwa
kiamat
yang
didustakan
oleh
orang-orang
kafir
itu".
Peristiwa
dan
kenyataan
itulah,
bukan
sekadar
ungkapan,
yang
dimaksud
dengan
kata
"qawl"
dalam
ayat
ini.
Dalam
hal
ini,
kedua
pendapat
tadi
tidak
jauh
berbeda.
]
[ وإذا وقع القول عليهم أخرجنا لهم دابة من الأرض تكلمهم أن الناس كانوا بآياتنا لا يوقنون ] — النمل 82