Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 2 ന്റെ 2 )
(0.023 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Az-Zukhruf
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[43
~
AZ-ZUKHRUF
(PERHIASAN)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
89
ayat
~
Surat
ini
diawali
dengan
dua
huruf
eja
seperti
gaya
al-Qur'ân
dalam
mengawali
beberapa
surat
lainnya.
Disebutkan,
setelah
itu,
mengenai
al-Qur'ân
dan
kedudukanya
di
sisi
Allah,
dan
keterangan
mengenai
sikap
orang-orang
yang
mencemoohkan
misi
yang
dibawa
oleh
para
rasul,
yang
kemudian
diikuti
dengan
pemaparan
beberapa
bukti
yang
mengharuskan
kita
beriman
hanya
kepada
Allah.
Tetapi,
kendati
bukti-bukti
itu
demikian
banyak
dan
jelas,
mereka
tetap
saja
mengakui
adanya
tuhan-tuhan
lain--yang,
tentu
saja,
palsu--selain
Allah.
Mereka
beranggapan
bahwa
Allah
memiliki
anak-anak
perempuan
sedang
mereka
memiliki
anak
laki-laki.
Dan
ketika
mereka
tak
lagi
menemukan
alasan
yang
membenarkan
anggapan
itu,
mereka
berdalih
bahwa
hal
itu
adalah
tradisi
leluhur
yang
harus
dipegang
teguh.
Pada
bagian
lain,
surat
ini
berbicara
tentang
kisah
Nabi
Ibrâhîm
a.
s.
yang
kemudian
dilanjutkan
dengan
anggapan
orang-orang
kafir
Mekah
bahwa
al-Qur'ân
terlalu
besar
untuk
diturunkan
kepada
seorang
Muhammad.
Semestinya,
menurut
mereka,
al-Qur'ân
hanya
pantas
diturunkan
kepada
salah
seorang
pembesar
Mekah
atau
Thaif.
Dengan
begitu,
mereka
seolah-olah
membagi-bagikan
karunia
Allah
sekehendak
mereka.
Padahal
Allah
sendiri
telah
membagi-bagikan
rezeki-Nya
untuk
penghidupan
mereka
di
dunia
karena
mereka
memang
tidak
mampu
melakukan
itu.
Surat
ini
kemudian
menyatakan
bahwa
andai
bukan
karena
Tuhan
tidak
ingin
kalau
semua
manusia
menjadi
kafir,
tentu
orang-orang
kafir
telah
diberi
seluruh
kenikmatan
dan
kemewahan
dunia.
Dijelaskan
pula,
kemudian,
bahwa
siapa
saja
yang
menentang
kebenaran
maka
Allah
akan
menjadikan
setan
menguasai
dirinya
lalu
membawanya
ke
lembah
kehancuran.
Selanjutnya,
surat
ini
juga
mengetengahkan
kisah
Nabi
Mûsâ
bersama
Fir'aun
dan
kaumnya
yang
sangat
sombong
dan
arogan
dengan
kekuasaannya.
Suatu
sikap
yang
kemudian
justru
mendatangkan
balasan
Allah
kepada
mereka.
Kisah
tentang
Mûsâ
ini
kemudian
dilanjutkan
dengan
penjelasan
tentang
'Isâ
putra
Maryam
yang
merupakan
seorang
hamba
yang
mendapat
karunia
dari
Allah
dan
menyeru
kepada
jalan
yang
lurus.
Setelah
dipaparkan
peringatan
bagi
orang-orang
zalim
berupa
siksaan,
dan
kabar
gembira
bagi
orang-orang
Mukmin
berupa
surga
kelak
pada
hari
kiamat,
surat
ini
ditutup
dengan
penjelasan
betapa
luasnya
kerajaan
Allah
dan
betapa
tidak
mampunya
tuhan-tuhan
palsu
yang
mereka
persekutukan
dengan-
Nya.
Dalam
hal
ini,
Nabi
Muhammad
saw.
diperintahkan
untuk
mengucapkan
"salam
perpisahan"
kepada
mereka,
agar
mereka
mengetahui.]]
Hâ,
mîm.
Surat
ini
dibuka
dengan
menyebut
dua
huruf
fonemis
yang
merupakan
gaya
al-Qur'ân
dalam
mengawali
beberapa
suratnya.
]
[ حم ] — الزخرف 1
#2
Al-Fajr
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[89
~
AL-FAJR
(FAJAR)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
30
ayat
~
Surat
ini
dimulai
dengan
sejumlah
sumpah
demi
beberapa
gejala
alam
yang
bertujuan
untuk
mengarahkan
perhatian
kepada
sejumlah
bukti
kekuasaan
Allah
yang
menunjukkan
bahwa
orang-orang
yang
ingkar
kepada
Allah
dan
kebangkitan
akan
mendapat
siksa
seperti
orang-orang
sebelum
mereka
yang
juga
mendustakannya.
Setelah
itu,
dalam
surat
ini
diutarakan
pula
ketetapan
dan
sunnatullâh
untuk
menguji
hamba-hamba-Nya,
dengan
ujian
yang
baik
maupun
yang
buruk.
Diutarakan
pula
bahwa
jika
Allah
memberikan
karunia
kepada
seseorang
dan
tidak
memberikannya
kepada
orang
lain,
hal
itu
tidak
serta
merta
menunjukkan
perkenan
dan
kemurkaan
Allah.
Kemudian
pembicaraan
diarahkan
kepada
orang-orang
yang
menjadi
sasaran
surat
ini,
bahwa
keadaan
mereka
menunjukkan
bahwa
mereka
sangat
tamak
dan
kikir.
Surat
ini
kemudian
diakhiri
dengan
isyarat
tentang
penyesalan
orang-orang
yang
melampaui
batas
dan
angan-angan
mereka
seandainya
mereka
dahulu
melakukan
perbuatan-perbuatan
baik
yang
dapat
menyelamatkan
dan
menolong
diri
mereka
dari
kedahsyatan
bencana
hari
kiamat.
Juga
tentang
kelembutan
yang
diterima
oleh
jiwa
yang
tenang,
yang
telah
mengerjakan
perbuatan-perbuatan
baik
dan
tidak
melampaui
batas,
dan
juga
panggilan
untuk
masuk
ke
dalam
golongan
hamba-hamba
Allah
yang
mendapatkan
penghormatan
di
dalam
surga-Nya.]]
Aku
bersumpah
demi
cahaya
pagi
ketika
mulai
mengusir
gelap
malam.
]
[ والفجر ] — الفجر 1