Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 2 ന്റെ 2 )
(0.024 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Ya-Sin
:40
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Matahari
tidak
akan
melenceng
dari
tata
aturannya
sehingga
mendahului
bulan
dan
masuk
dalam
peredarannya.
Demikian
pula
malam,
tidak
akan
mendahului
siang
dan
menghalangi
kemunculannya.
Akan
tetapi
siang
dan
malam
itu
selalu
silih
berganti.
Baik
matahari,
bulan
dan
lainnya
senantiasa
beredar
dalam
garis
edarnya
dan
tidak
pernah
melenceng(1).
(1)
Ayat-ayat
suci
ini
mengisyaratkan
suatu
fakta
ilmiah
yang
baru
ditemukan
oleh
para
astronom
di
awal
abad
ke-17
M.
Sebagai
salah
satu
bintang,
matahari--sebagaimana
halnya
bintang-bintang
lainnya--memiliki
gerak
edarnya
sendiri.
Keistimewaan
yang
ada
pada
matahari
adalah,
pertama,
posisinya
sebagai
bintang
yang
dekat
dengan
bumi
dan,
kedua,
ia
memiliki
sekumpulan
planet
yang,
karena
gaya
tarik
gravitasi
matahari,
bergerak
mengelilingi
matahari
dalam
bentuk
oval.
Singkatnya,
baik
matahari,
bumi,
bulan
dan
seluruh
planet
serta
benda-benda
langit
lainnya
bergerak
di
ruang
angkasa
luar
dengan
kecepatan
dan
arah
tertentu.
Di
sisi
lain,
matahari
dengan
tata
suryanya
berada
dalam
suatu
nebula
besar
yang
disebut
dengan
Bimasakti.
Dalam
penemuan
modern,
dijelaskan
bahwa
seluruh
planet
yang
berada
di
Bimasakti
itu
beredar
mengelilingi
satu
pusat
dengan
kecepatan
yang
sesuai
dengan
kedekatan
atau
kejauhannya
ke
pusat.
Dijelaskan
pula
bahwa
matahari,
bumi
dan
planet-planet
itu
beredar
dengan
kecepatan
dan
arah
tertentu.
Kecepatan
edarnya
itu
bisa
mencapai
sekitar
700
kilometer
per
detik
dan
peredarannya
mengitari
pusat
membutuhkan
waktu
sekitar
200
juta
tahun
cahaya.
Demikianlah,
ayat
suci
ini
menegaskan
suatu
penemuan
ilmiah
yang
belum
ditemukan
kecuali
pada
awal
abad
ini,
bahwa
matahari
senantiasa
bergerak
pada
garis
edarnya.
Karenanya,
matahari
tidak
dapat
mendahului
bulan,
karena
keduanya
beredar
dalam
suatu
gerak
linier
yang
tidak
mungkin
dapat
bertemu.
Sebagaimana
malam
pun
tidak
dapat
mendahului
siang,
kecuali
jika
bumi
berputar
pada
porosnya
dari
timur
ke
barat,
tidak
seperti
seharusnya,
bergerak
dari
barat
ke
timur.
Bulan
saat
mengelilingi
bumi,
dan
bumi
saat
mengelilingi
matahari
harus
melewati
kumpulan
bintang-bintang
yang
kemudian
memunculkan
posisi-posisi
(manâzil)
bulan.
Maka
kita
saksikan
pada
seperempat
pertama
dan
kedua,
bulan
terlihat
seperti
tandan
yang
tua.
]
[ لا الشمس ينبغي لها أن تدرك القمر ولا الليل سابق النهار وكل في فلك يسبحون ] — يس 40
#2
Al Imran
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[3
~
ALI
'IMRAN
(KELUARGA
'IMRAN)
Pendahuluan:
Madaniyyah,
200
ayat
~
Melalui
kisah-kisah,
al-Qur'ân
berbicara
tentang
hukum-hukum
alam
dan
pelajaran
yang
dapat
dipetik.
Dalam
kisah-kisah
tersebut
dijelaskan
banyak
masalah
menyangkut
akidah,
hukum
dan
akhlak.
Pada
surat
terdahulu
diceritakan
sebagian
sejarah
Banû
Isrâ'îl
berupa
berbagai
macam
penyelewengan
yang
mereka
lakukan.
Pada
surat
ini
disebutkan
beberapa
hal,
antara
lain:
a.
Sisi-sisi
lain
kesesatan
dan
penyelewengan
Banû
Isrâ'îl.
b.
Petunjuk
bagaimana
seharusnya
seorang
Mukmin
berakidah
dan
berperilaku.
c.
Hakikat
agama
samawi.
d.
Etika
bertobat.
e.
Petunjuk
bagaimana
menyikapi
kemenangan
dan
kekalahan.
f.
Keterangan
tempat
orang-orang
yang
gugur
dalam
perang
di
jalan
Allah.
g.
Balasan
dari
Allah
berlaku
umum,
untuk
laki-laki
dan
perempuan.
h.
Jalan
menunju
kemenangan.
Permulaan
surat
ini
sama
dengan
permulaan
surat
terdahulu.]]
Alif,
Lâm,
Mîm,
adalah
huruf-huruf
yang
disebut
untuk
menjelaskan
bahwa
al-Qur'ân
yang
penuh
kemukjizatan
itu
terdiri
atas
huruf-huruf
tersebut.
Disebut
juga,
untuk
menarik
perhatian
mereka
agar
mendengarkan.
]
[ الم ] — آل عمران 1