Filter Results
النتائج: ( 1 الى 2 من 2 )
(0,022 ثانية)
#1
البقرة
:172
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Telah
Kami
izinkan
manusia
untuk
memakan
semua
yang
halal(1)
yang
Kami
ciptakan
di
bumi
bagi
mereka,
dan
Kami
melarang
mereka
agar
tidak
mengikuti
jejak
langkah
setan.
Apabila
mereka
melaksanakan
ketentuan
itu
semua
maka
mereka
akan
mendapatkan
petunjuk.
Namun
jika
mereka
ingkar
maka
Kami
akan
memberikan
petunjuk
Kami
hanya
pada
orang-orang
yang
beriman
dan
Kami
akan
menjelaskan
kepada
mereka
yang
halal
dan
yang
haram.
Maka,
wahai
orang-orang
yang
beriman,
dihalalkan
bagi
kalian
semua
untuk
memakan
makanan
yang
enak
dan
baik
dan
bukan
yang
kotor
dan
keji.
Syukurilah
karunia
Allah
yang
telah
menghalalkan
makanan
yang
baik-baik.
Syukurilah
pula
karunia
ketaatan
dan
kemampuan
diri
kalian
untuk
melaksanakan
perintah-Nya
demi
sempurnanya
ibadah
kalian.
{(1)
Al-Qur'ân
telah
lama
mendahului
ilmu
kedokteran
modern
dalam
soal
makanan.
Diharamkannya
bangkai
itu
sangat
beralasan
sekali
karena
binatang
yang
mati
oleh
sebab
faktor
ketuaan,
atau
mati
karena
terjangkit
penyakit
itu
pada
dasarnya
mati
karena
zat
beracun.
Kalau
kemudian
binatang
yang
mati
dengan
cara
seperti
itu
dikonsumsi
oleh
manusia,
sangat
mungkin
ia
akan
mengalami
keracunan.
Lebih-lebih
binatang
yang
mati
dengan
cara
demikian
(juga
yang
mati
tercekik),
darahnya
akan
mengendap
di
dalam
tubuhnya,
padahal
seperti
diketahui,
darah
itu
menyimpan
zat
beracun
yang
bersembunyi
dalam
pembuluh
darah
dan
urine.
Demikian
pula
halnya
dengan
babi,
dagingnya
mengandung
berbagai
bibit
penyakit
yang
jelas
akan
membahayakan
orang
yang
memakannya.
}
]
[ يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون ] — البقرة 172
#2
النحل
:66
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Wahai
manusia,
sesungguhnya
di
dalam
diri
binatang
ternak--unta,
sapi,
kambing
dan
sebagainya--terdapat
pelajaran
berharga
yang
dapat
kalian
renungkan,
yang
mengeluarkan
kalian
dari
kebodohan
menuju
pengetahuan
akan
adanya
Pencipta
Yang
Mahabijaksana.
Kami
suguhkan
kepada
kalian
dari
sebagian
yang
ada
dalam
perut
binatang-binatang
itu,
dari
sisa-sisa
makanan
dan
darah,
susu
murni
beraroma
yang
mudah
ditelan
bagi
orang-orang
yang
meminumnya
(1).
(1)
Pada
buah
dada
binatang
menyusui
terdapat
kelenjar
yang
bertugas
memproduksi
air
susu.
Melalui
urat-urat
nadi
arteri,
kelenjar-
kelenjar
itu
mendapatkan
suplai
berupa
zat
yang
terbentuk
dari
darah
dan
chyle
(zat-zat
dari
sari
makanan
yang
telah
dicerna)
yang
keduanya
tidak
dapat
dikonsumsi
secara
langsung.
Selanjutnya
kelenjar-kelenjar
susu
itu
menyaring
dari
kedua
zat
itu
unsur-unsur
penting
dalam
pembuatan
air
susu
dan
mengeluarkan
enzim-enzim
yang
mengubahnya
menjadi
susu
yang
warna
dan
aromanya
sama
sekali
berbeda
dengan
zat
aslinya.
]
[ وإن لكم في الأنعام لعبرة نسقيكم مما في بطونه من بين فرث ودم لبنا خالصا سائغا للشاربين ] — النحل 66