Filter Results
النتائج: ( 1 الى 3 من 3 )
(0,023 ثانية)
#1
الإسراء
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[17
~
AL-ISRA'
(PERJALANAN
MALAM)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
111
ayat
~
Surat
ini
memuat
111
ayat
yang
semuanya
turun
pada
periode
Mekah,
kecuali
dua
belas
ayat,
yaitu
ayat
26,
32,
33,
57,
dan
delapan
ayat
dari
ayat
73
hingga
ayat
80
yang
turun
pada
periode
Madinah.
Surat
ini
diawali
dengan
tasbih
menyucikan
Allah,
lalu
dilanjutkan
dengan
menyinggung
perjalanan
Nabi
Muhammad
di
malam
hari
(isrâ'),
risalah
Mûsâ
dan
berbagai
peristiwa
yang
terjadi
pada
Banû
Isrâ'îl.
Kemudian
disinggung
pula
mengenai
kedudukan
al-Qur'ân
dalam
memberikan
petunjuk,
pemaparan
tanda-tanda
kekuasaan
Allah
di
alam
raya
(âyât
kawniyyah)
di
malam
dan
di
siang
hari,
dan
ganjaran
manusia
pada
hari
kiamat
atas
perbuatan-perbuatannya
di
dunia.
Dijelaskan
pula
tentang
hal-hal
yang
menyebabkan
musnahnya
beberapa
bangsa,
lalu
dilanjutkan
dengan
memaparkan
hal
ihwal
perbuatan
manusia
yang
hasilnya
akan
diterima
di
akhirat.
Kemudian
dibicarakan
tentang
kewajiban
menghormati
orangtua,
keadaan
manusia
berkaitan
dengan
harta
mereka,
sepuluh
perintah
yang
di
antaranya
membangun
masyarakat
ideal,
dan
bantahan
Allah
terhadap
kebohongan
yang
diada-adakan
oleh
orang-orang
musyrik
tentang
malaikat
serta
penjelasan
al-Qur'ân
tentang
pengulang-ulangan
argumentasi
al-Qur'ân.
Selanjutnya
Allah
mengisyaratkan
ihwal
diri-Nya
yang
pantas
untuk
dipuji,
keingkaran
orang-orang
musyrik,
pemaparan
wasiat-wasiat-Nya
kepada
orang-orang
yang
beriman,
dan
sikap
Allah
terhadap
orang
orang
kafir
di
dunia
dan
akhirat.
Dilanjutkan
dengan
penjelasan-Nya
tentang
asal
penciptaan
manusia
dan
setan
dan
ancaman-Nya
terhadap
orang
orang
musyrik.
Kemudian
dijelaskan
pula
tentang
kemuliaan
manusia,
penjelasan
Allah
tentang
siksaan-Nya
di
hari
akhirat,
pemaparan
upaya
orang-orang
musyrik
dalam
memalingkan
seruan
nabi,
dilanjutkan
dengan
ketetapan
Allah
dalam
menetapkan
seruan
itu,
lalu
Allah
berpesan
kepada
Nabi
dengan
beberapa
wasiat
dan
doa.
Dalam
ayat
selanjutnya,
Allah
mengisyaratkan
tentang
kedudukan
al-Qur'ân,
kemudian
membicarakan
tentang
ruh
dan
rahasianya,
tentang
mukjizat
al-Qur'ân
yang
membuat
jin
dan
manusia
tidak
mampu
mendatangkan
ayat-ayat
seperti
al-Qur'ân
dan
bagaimana
manusia
menyikapinya,
tentang
kekuasaan
Allah
untuk
mendatangkan
ayat-ayat
lainnya,
tentang
kedudukan
al-Qur'ân
yang
mencakup
kebenaran
dan
tentang
keadaan
orang-orang
Mukmin
yang
jujur
dalam
keimanannya
serta
himbauan
untuk
selalu
memuji
Allah
dan
mengagungkan-Nya.]]
Mahasuci
Allah
dari
hal-hal
yang
tidak
pantas
untuk
disandangkan
kepada
diri-Nya.
Dialah
yang
memperjalankan
hamba-Nya,
Muhammad,
pada
sebagian
waktu
malam
dari
Masjid
al-Haram,
di
Mekah,
menuju
Masjid
al-Aqshâ,
di
Bayt
al-Maqdis,
yang
telah
Kami
berkahi
sekelilingnya
berupa
makanan
untuk
masyarakat
sekitarnya.
Semua
itu
agar
Kami
memperlihatkan
tanda-tanda
kekuasaan
Kami
yang
dapat
menjadi
bukti
yang
menunjuki
keesaan
dan
kebesaran
kekuasaan
Kami.
Sesungguhnya
hanya
Allahlah
yang
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Melihat.
]
[ سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير ] — الإسراء 1
#2
الشعراء
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[26
~
ASY-SYU'ARA'
(PARA
PUJANGGA)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
227
ayat
~
Surat
ini
dibuka
dengan
menyebutkan
kedudukan
al-Qur'ân.
Setelah
itu,
pembicaraan
beralih
kepada
ancaman
atas
orang-orang
kafir
yang
akan
disiksa
oleh
Allah
Yang
Mahakuasa,
dan
hiburan
untuk
Nabi
Muhammad
saw.
dari
pendustaan
kaumnya
dengan
mengatakan
bahwa
perlakuan
seperti
itu
juga
dialami
oleh
beberapa
rasul
sebelumnya.
Maka
disebutlah
kisah
tentang
pertemuan
Mûsâ
dan
Hârûn
dengan
Fir'aun
yang
membangkang;
kisah
Ibrâhîm
a.
s.,
bapak
para
nabi;
kisah
Nûh
a.
s.
bersama
kaumnya;
kisah
Hûd
a.
s.
dengan
kabilah
'Ad
dan
Shâlih
a.
s.
dengan
kabilah
Tsamûd;
kisah
Lûth
a.
s.
yang,
dalam
surat
ini,
dipaparkan
secara
lebih
panjang;
dan
kisah
Syu'aib
a.
s.
tatkala
menghadapi
penduduk
Aykah.
Kisah
ketujuh
nabi
ini,
jika
dicermati,
mencerminkan
kesatuan
pokok-pokok
dasar
dakwah
seluruh
rasul
yang
diutus
kepada
umat
manusia.
Di
sisi
lain,
dari
kisah-kisah
itu
dapat
dipetik
satu
pelajaran
bahwa
orang-orang
kafir
menggunakan
cara
yang
praktis
sama
ketika
menolak
risalah
dan
seruan
para
rasul.
Surat
ini
ditutup,
sebagaimana
awalnya,
dengan
menyebutkan
kedudukan
al-Qur'ân,
yang
diakhiri
dengan
menolak
anggapan
bahwa
Nabi
Muhammad
saw.
adalah
seorang
pujangga
dan
al-Qur'ân
tidak
lebih
dari
kumpulan
syair.]]
Thâ,
Sîn,
Mîm.
Dengan
huruf-huruf
ini
dijelaskan
bahwa
al-Qur'ân
merupakan
suatu
mukjizat
yang
menundukkan
manusia.
Untaian
katanya
tersusun
dari
huruf-huruf
sejenis
itu,
yang
masih
dalam
kemampuan
manusia.
Karenanya,
jika
ada
yang
meragukan
bahwa
al-Qur'ân
benar-benar
diturunkan
oleh
Allah,
tentu
manusia
dapat
membuat
seperti
itu.
Tapi
sudah
pasti,
tak
ada
satu
makhluk
pun
yang
dapat
membuat
seperti
al-Qur'ân.
]
[ طسم ] — الشعراء 1
#3
الغاشية
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[88
~
AL-GHASYIYAH
(HARI
PEMBALASAN)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
26
ayat
~
Surat
ini
diawali
dengan
gaya
bahasa
yang
memancing
kita
untuk
mengetahui
peristiwa
apa
yang
akan
terjadi
di
hari
kiamat.
Disebutkan,
misalnya,
bahwa
manusia
pada
hari
itu
terbagi
menjadi
dua
golongan.
Pertama,
mereka
yang
tidak
menyambut
kedatangan
hari
itu
dengan
penghormatan,
kemudian
mereka
masuk
ke
dalam
neraka
jahanam
yang
sangat
panas.
Dan,
kedua,
mereka
yang
menyambut
hari
itu
dengan
rasa
gembira
dengan
rahmat
dan
perkenan
Tuhan
yang
disediakan
untuk
mereka.
Kemudian
pembicaraan
diarahkan
kepada
pemaparan
bukti-bukti
yang
jelas
akan
kekuasaan
Allah
untuk
membangkitkan
kembali
manusia,
yang
diambil
dari
hal-hal
yang
mereka
saksikan
dengan
mata
kepala
mereka
sendiri
dan
mereka
ambil
manfaatnya
dalam
kehidupan
mereka
sehari-hari.
Setelah
menyebutkan
bukti-bukti
ini,
surat
ini
beralih
memerintah
Rasulullah
untuk
memberi
peringatan,
karena
hal
itu
merupakan
misi
utamanya.
Perintah
kepada
Rasulullah
untuk
memberi
peringatan
ini
disertai
dengan
keterangan
bahwa
dirinya
tidak
mempunyai
kekuasaan
apa-apa
sehingga
dapat
memaksa
mereka
untuk
beriman.
Diikuti
pula
dengan
keterangan
bahwa
orang
yang
menolak
untuk
beriman
dan
tetap
bersikap
kafir
setelah
peringatan
ini
pasti
akan
mendapat
balasan
dan
siksaan
yang
amat
besar
dari
Allah
saat
ia
kembali
kepada-Nya
kelak
setelah
ia
mati.
Sebab,
mereka
semua
akan
kembali
kepada-Nya
dan
akan
diperhitungkan
oleh-Nya.]]
Wahai
Muhammad,
apakah
berita
tentang
hari
kiamat
dengan
kedahsyatannya
yang
membuat
manusia
tidak
sadarkan
diri
itu
telah
sampai
kepadamu?
]
[ هل أتاك حديث الغاشية ] — الغاشية 1