Filter Results
Sonuçlar: ( 1 - 1 | 1 )
(0,023 saniye)
#1
Al-Kahf
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[18
~
AL-KAHF
(GUA)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
110
ayat
~
Surat
al-Kahf
termasuk
kelompok
surat
Makkiyyah,
kecuali
ayat
ke-38
dan
duapuluh
ayat
lainnya
mulai
ayat
ke-83
sampai
dengan
ayat
ke-101
yang
termasuk
dalam
kelompok
surat-surat
Madaniyyah.
Surat
al-Kahf
diawali
dengan
pujian
pada
Allah,
sebagai
ungkapan
rasa
syukur
atas
diturunkannya
al-Qur'ân
al-Karîm
yang
berfungsi,
antara
lain,
sebagai
pemberi
peringatan
dan
penyampai
berita
suka
cita.
Di
antara
ayat-ayat
surat
al-Kahf
ada
yang
berisikan
ancaman
bagi
orang-orang
yang
beranggapan
bahwa
Allah
mempunyai
anak.
Disebutkan
pula
dalam
surat
ini
besarnya
perhatian
dan
harapan
Rasulullah
saw.
akan
keimanan
orang-orang
yang
telah
diserunya
untuk
mengikuti
jalan
Allah.
Selanjutnya,
surat
ini
juga
menuturkan
kisah
Ashhâb
al-Kahf
(pemuda-pemuda
beriman
penghuni
gua)
yang
bersembunyi
di
dalamnya
dalam
keadaan
tertidur
selama
309
tahun.
Mereka
itu
adalah
sekelompok
penganut
agama
Nasrani
yang
melarikan
diri
karena
penindasan
penguasa
Romawi.
Untuk
membuktikan
kekuasaan-Nya
menghidupkan
kembali
orang-orang
yang
sudah
mati
kelak
di
hari
kiamat,
Allah
membangunkan
mereka
setelah
lelap
dalam
tidur
sekian
lamanya
itu.
Dalam
surat
ini
Allah
juga
memerintahkan
Rasulullah
saw.
agar
membaca
al-Qur'ân,
memberi
peringatan
kepada
manusia
dan
memberi
kabar
gembira
kepada
orang-orang
yang
beriman.
Selain
itu,
juga
disebutkan
penjelasan
ihwal
masing-masing
penghuni
surga
dan
neraka.
Pada
bagian
lain
surat
ini,
Allah
menerangkan
sebuah
perumpamaan
berupa
dua
orang
laki-laki
yang
saling
berbeda
perangainya.
Yang
satu
kafir,
berharta
dan
merasa
bangga
dengan
kekayaan
dan
anak
keturunannya,
sementara
yang
lain
hanya
cukup
membanggakan
dirinya
karena
bertuhankan
Allah.
Ayat-ayat
berikutnya
berisi
penjelasan
bahwa
perwalian
yang
benar
hanyalah
kepada
Allah,
kesenangan-kesenangan
hidup
duniawi
yang
fana,
keadaan
setelah
hari
kebangkitan
yang
tidak
mengenal
bentuk
kehidupan
lain
kecuali
kebahagiaan
di
surga
atau
penderitaan
di
neraka,
berikut
kisah
Mûsâ
dengan
seorang
hamba
saleh
yang
mendapatkan
karunia
ilmu
dari
Allah
Swt.
Dalam
kisah
ini,
Allah
bermaksud
menjelaskan
betapa
tidak
tahunya
manusia
akan
kekuasaan
Allah--bahkan
Nabi
Muhammad
saw.
yang
termasuk
dalam
golongan
Ulû
al-'Azm
(nabi-nabi
yang
mempunyai
azam
kuat)
sekalipun--jika
Allah
tidak
menurunkan
ilmu-Nya
pada
mereka.
Disusul
kemudian
dengan
kisah
Dzû
al-Qarnain
yang
telah
berhasil
mencapai
kawasan
paling
jauh
di
belahan
bumi
timur
dan
telah
mampu
membangun
bendungan
besar.
Sebelum
ditutup,
masih
ada
ayat-ayat
lain
yang
menguraikan
ihwal
hari
kiamat,
hari
pemberian
pahala
bagi
orang-orang
beriman
dan
penjelasan
pengetahuan
dan
kalimat-kalimat
Allah
yang
tidak
akan
pernah
habis.
Dan
akhirnya,
surat
ini
ditutup
dengan
penjelasan
mengenai
jalan
yang
seharusnya
diikuti
oleh
manusia
untuk
mendapat
rida
Allah.]]
Segala
puji
yang
baik
hanyalah
hak
Allah
yang
telah
menurunkan
al-Qur'ân
kepada
hamba-Nya,
Muhammad.
Allah
tidak
menjadikan
al-Qur'ân
sebagai
kitab
suci
yang
mengandung
hal-hal
yang
menyimpang
dari
kebenaran.
Akan
tetapi
al-Qur'ân
itu
berisikan
kebenaran
yang
tidak
perlu
diragukan.
]
[ الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا ] — الكهف 1