Filter Results
Sonuçlar: ( 1 - 20 | 6257 )
(0,034 saniye)
#1
Saba
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[34
~
SABA'
(KAUM
SABA)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
54
ayat
~
Surat
Saba'
diawali
dengan
ayat
yang
berisi
pernyataan
bahwa
hanya
Allah
Swt.
zat
yang
berhak
untuk
mendapat
pujian
atas
karunia
dan
nikmat
yang
diberkan-Naya
kepada
manusia.
Semua
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi
adalah
ciptaan
dan
milik
Allah
Swt.
Surat
ini
juga
memaparkan
pendapat
dan
komentar
orang-orang
kafir
tentang
hari
kiamat,
penolakan
mereka
terhadap
kedatangan
hari
kebangkitan,
dan
tuduhan
mereka
bahwa
Nabi
Muhammad
itu
hanya
seorang
pembohong
dan
tidak
waras.
Allah
menyanggah
berbagai
tuduhan
mereka
itu
dengan
memperlihatkan
beberapa
bukti
kekuasaan-Nya.
Allah
menakut-nakuti
dan
mengancam
mereka
dengan
siksaan
seperti
yang
pernah
terjadi
pada
orang-orang
terdahulu.
Sebagian
ada
yang
ditelan
bumi
dan
yang
lain
ditimpa
malapetaka
dari
langit.
Setelah
itu,
dijelaskan
pula
sikap
Allah
terhadap
para
wali-Nya.
Nabi
Dâwûd
a.
s.,
misalnya,
diberikan
kemampuan
meluluhkan
besi
dan
Sulaimân
a.
s.
dapat
menundukan
jin
untuk
kepentingan
dirinya.
Para
jin
itu
membangun
gedung-gedung
tinggi
dan
patung-patung
atau
apa
saja
yang
dikehendaki
Sulaimân.
Dâwûd
dan
Sulaimân
adalah
hamba
Allah
yang
besyukur,
sedangkan
kebanyakan
manusia
tidak
demikian.
Ayat-ayat
selanjutnya
bertutur
tentang
karunia
Allah
atas
kaum
Saba'
yang
tidak
mereka
syukuri.
Mereka
memiliki
perkebunan
luas
dan
subur
di
kanan
dan
kiri
kawasan
negeri,
perkampungan
yang
saling
berdekatan
dan
mudah
dijangkau
dengan
aman.
Tetapi
mereka
kemudian
menyia-nyiakan
nikmat
Tuhan
itu.
Maka
Allah
memberikan
hukuman
orang-orang
yang
mengingkari
nikmat
kepada
mereka.
Mereka
mewujudkan
dan
mengikuti
dugaan-dugaan
yang
dilontarkan
oleh
iblis,
padahal
iblis
tidak
memiliki
kekuasaan
apa
pun
atas
diri
mereka.
Disebutkan
pula
bahwa
adanya
nikmat
merupakan
ujian
bagi
manusia
agar
dapat
diketahui
siapa
yang
beriman
pada
hari
akhir
dengan
sepenuh
hati
dan
siapa
yang
meragukan
kebenaran
itu.
Surat
Saba'
juga
mengetengahkan
ihwal
kebodohan
dan
kelemahan
orang-orang
yang
mempertuhan
sesuatu
selain
Allah,
menyatakan
dengan
tegas
bahwa
setiap
insan
bertanggung
jawab
sepenuhnya
atas
dosa
yang
diperbuat
sendiri
dan
memproklamirkan
universalitas
misi
kerasulan
Nabi
Muhammad.
Ayat-ayat
lainnya
menyingung
keengganan
orang-orang
musyrik
untuk
mempercayai
hari
pembalasan
yang
telah
ditentukan
masanya
oleh
Allah.
Pada
bagian
lain,
diketengahkan
pendapat
orang-orang
kafir
sekitar
al-Qur'ân
dan
perbincangan
al-Qur'ân
sendiri
dengan
orang-orang
yang
sombong
dan
lemah
akal.
Dalam
surat
ini
pula
al-Qur'ân
memberikan
suatu
batas
sikap
membanggakan
anak
dan
harta,
menyajikan
sebuah
konsep
bahwa
kekayaan
duniawi
tidak
akan
dapat
mendekatkan
diri
seseorang
kepada
Tuhan
jika
tidak
melahirkan
hasil
guna
bagi
kepentingan
sosial.
Sebab,
dalam
pandangan
al-Qur'ân,
harta
manusia
itu
pada
hakikatnya
adalah
milik
Allah.
Dialah
yang
telah
menakar
dan
meluaskan
rezeki
setiap
manusia.
Ayat-ayat
selanjutnya
melukiskan
kembali
sosok
orang-orang
kafir
yang
telah
mengatakan
bahwa
Muhammad
bermaksud
membuat
batas
pemisah
antara
mereka
dengan
tradisi
para
leluhur
yang
bertuhan
selain
Allah.
Tentang
kitab
suci
al-Qur'ân,
mereka
menuduh
sebagai
kebohongan
yang
dibuat-buat
atau
sebuah
bentuk
sihir.
Mereka
menyangkal
pula
bahwa
telah
ada
sejumlah
rasul
sebelum
Muhammad
yang
juga
mendapatkan
wahyu
seperti
dirinya,
padahal
Allah
benar-benar
telah
mengutus
banyak
rasul
kepada
umat
terdahulu.
Allah
menghancurkan
bangsa
yang
memiliki
kekuatan
dan
kedigdayaan
dengan
bencana,
lantaran
tidak
mau
mempedulikan
ajakan
rasul
yang
ditutus
kepada
mereka.
Dalam
surat
ini
disinggung
pula
perintaah
Allah
kepada
Nabi
Muhammad
untuk
memberikan
penjelasan
mengenai
tugas
dan
misi
yang
dibawanya.
Inti
dakwah
Muhammad
tidak
lebih
dari
pemberian
peringatan,
tanpa
paksaan.
Manusia
diperintahkan
untuk
mengenali
sendiri
karakter
Nabi
Muhammad,
sehingga
mereka
sadar
bahwa
Muhammad
bukan
orang
tidak
waras
atau
orang
yang
hanya
mencari
kekayaan
materi.
Dakwah
Muhammad
berdasarkan
wahyu
yang
berasal
dari
Allah,
dengan
tujuan
mendatangkan
kedamaian
pada
umat
manusia.
Ketika
tiba
saatnya
nanti,
dan
orang-orang
menjadi
panik
dan
tidak
mendapatkan
pelarian
dari
kedahsyatan
hari
itu,
mereka
akan
berkata,
"Kami
beriman
kepada
Allah."
Tapi
bagaimana
keimanan
itu
akan
mendatangkan
manfaat
bagi
mereka,
padahal
mereka
sebelumnya
adalah
orang-orang
kafir.
Sebagaimana
orang-orang
kafir
lainnya,
mereka
tidak
akan
diberikan
apa
yang
mereka
inginkan.
Mereka
adalah
orang-orang
yang
selalu
meragukan
ajaran-ajaran
agama.]]
Segala
puji
hanyalah
hak
Allah,
Tuhan
yang
mencipta,
memiliki
dan
memelihara
semua
yang
terdapat
di
langit
dan
di
bumi.
Bagi
Allah
pula
segala
puji
di
akhirat
karena
kekuasaan-Nya
yang
mutlak.
Dialah
Yang
Mahabijaksana
dan
tidak
pernah
khilaf.
Allah
Maha
Mengetahui,
dan
tidak
satu
rahasia
pun
luput
dari
pengetahuan-Nya.
]
[ الحمد لله الذي له ما في السماوات وما في الأرض وله الحمد في الآخرة وهو الحكيم الخبير ] — سبأ 1
#2
Al-Nas
:6
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#3
Al-Nas
:5
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#4
Al-Nas
:4
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#7
Al-Nas
:1
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#8
Al-Falaq
:5
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#9
Al-Falaq
:4
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#10
Al-Falaq
:3
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#11
Al-Falaq
:2
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#12
Al-Falaq
:1
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#13
Al-Ikhlas
:4
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#14
Al-Ikhlas
:3
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#15
Al-Ikhlas
:2
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#16
Al-Ikhlas
:1
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#17
Al-Masadd
:5
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#18
Al-Masadd
:4
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#19
Al-Masadd
:3
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei
#20
Al-Masadd
:2
— Persian
, Mahdi Elahi Ghomshei