Filter Results
Resultados: ( 1 para 2 de 2 )
(0,021 segundos)
#1
Al-Anbiyaa
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[21
~
AL-ANBIYA'
(NABI-NABI)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
112
ayat
~
Surat
yang
termasuk
kelompok
surat
Makkiyyah
dan
diturunkan
setelah
surat
Ibrâhîm
ini
mengandung
seratus
dua
belas
ayat.
Surat
ini
diawali
dengan
penjelasan
mengenai
hari
kiamat
yang
semakin
mendekat,
sementara
orang-orang
musyrik
tidak
memperhatikan
hal
itu.
Mereka
beranggapan
bahwa
semestinya
seorang
rasul
bukanlah
manusia.
Tentang
al-Qur'ân,
mereka
sesekali
menganggapnya
sebagai
sihir,
lain
kali
sebagai
syair,
bahkan
kadang-kadang
sebagai
mimpi
kosong
belaka.
Mereka
telah
diberi
peringatan.
Selain
itu,
terdapat
pula
penjelasan
bahwa
para
rasul
hanyalah
manusia
biasa,
seperti
Muhammad,
misalnya.
Juga
terdapat
keterangan
bahwa
orang-orang
terdahulu
pun
ada
yang
mendustakan
para
rasul
seperti
kaum
Quraisy
mendustakan
Muhammad.
Allah
menuturkan
kisah
tentang
kehancuran
mereka
dalam
surat
ini,
karena
memang
hanya
Dialah
yang
mempertahankan
dan
membinasakan
suatu
bangsa.
Dia
pulalah
yang
memiliki
kekusaan
di
langit
dan
di
bumi,
sedang
malaikat-malaikat
selalu
bertasbih
kepada-Nya
di
tempat-tempat
peredarannya,
tanpa
pernah
merasa
lelah.
Juga
terdapat
penjelasan
bahwa
langit
dan
bumi
yang
kokoh
ini
adalah
bukti
kemahaesaan
penciptanya.
Sebab,
kalau
ada
pencipta
lain
selain
Allah
yang
ikut
serta,
tentu
langit
dan
bumi
akan
hancur.
Keterangan
bahwa
semua
rasul
membawa
misi
yang
sama,
yaitu
ibadah
kepada
Allah
semata
yang
tidak
mempunyai
anak,
juga
terdapat
dalam
surat
ini.
Tidak
ada
seorang
rasul
pun
yang
mengakui
adanya
tuhan
selain
Allah.
Kalau
ada,
maka
balasannya
adalah
neraka
jahanam.
Selanjutnya,
dalam
surat
ini
Allah
menjelaskan
keagungan
ciptaan-Nya
dan
keajaiban
langit
dan
bumi.
Pemaparan
kondisi
orang-orang
musyrik
dan
orang-orang
kafir.
Mengingatkan
bahwa
Allah
menjaga
manusia.
Diisaratkan
pula
akan
balasan
orang-orang
kafir
pada
hari
kiamat.
Pemaparan
kisah
Nabi
Mûsâ
dan
Hârûn
dengan
Fir'aun,
kisah
Nabi
Ibrâhîm
denan
kaumnya,
karunia
Allah
berupa
keturunanya
yang
baik.
Pemaparan
kisah
nabi
Lûth
dan
kaumnya
yang
musnah.
dan
kisah
nabi
Nûh
dan
kekufuran
kaumnya
sehingga
dihancurkan,
kecuali
orang
yang
beriman.
Kemudian
dilanjutkan
dengan
pemaparan
kisah
nabi
Sulaymân
(Sulaiman),
Dâwûd
(Daud),
Ismâ'îl
(Ismail),
Idrîs
(Idris),
Dzû
al-Kifl
(Zukifli)
dan
Nabi
Yûnus
(Yunus)
serta
Maryam.
Dibicarakan
pula
tentang
Ya'jûj
dan
Ma'jûj.
Penjelasan
lain
yang
dipaparkan
dalam
surat
ini
adalah
tentang
perbuatan
saleh
dan
buah
dari
perbuatan
itu,
balasan
orang-orang
yang
bertakwa
dan
berbuat
kebaikan
serta
keadaanya
pada
hari
kiamat,
rahmat
Allah
pada
misi
kenabian
Muhammad,
peringatan
Allah
terhadap
orang-orang
musyrik,
dan
bahwa
segala
ketetapan.
Hanya
Dialah
yang
menentukan
ketetapan,
dan
Dia
adalah
penentu
ketetapan
yang
paling
adil.]]
Hari
kiamat,
saat
perhitungan
orang-orang
musyrik
itu,
telah
semakin
mendekat,
sementara
mereka
melalaikan
kedahsyatannya
dan
menolak
untuk
mempercayainya.
]
[ اقترب للناس حسابهم وهم في غفلة معرضون ] — الأنبياء 1
#2
Al-Ikhlas
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[112
~
AL-IKHLASH
(MEMURNIKAN
KEESAAN
ALLAH)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
4
ayat
~
Nabi
Muhammad
saw.
pernah
ditanya
tentang
Tuhannya.
Maka,
dalam
surat
ini,
beliau
diperintah
untuk
menjawab
pertanyaan
itu.
Yaitu,
bahwa
Allah
adalah
Tuhan
Yang
memiliki
segala
sifat
kesempurnaan,
Tuhan
Yang
Mahaesa,
Tuhan
tempat
kembali
dalam
setiap
kebutuhan,
Tuhan
Yang
tidak
membutuhkan
kepada
siapa
pun,
Tuhan
Yang
Mahasuci
dari
sifat
serupa
dengan
makhluk,
Tuhan
Yang
tidak
beranak
dan
tidak
pula
diperanakkan,
dan
Tuhan
yang
tidak
satu
makhluk
pun
dapat
menyerupai-Nya.]]
Mereka
yang,
dengan
nada
mengolok
dan
menghina,
berkata,
"Gambarkan
kepada
kami
tentang
Tuhanmu,"
katakan
kepada
mereka,
wahai
Muhammad,
"Allah
adalah
Tuhan
Yang
Esa,
bukan
selain
Dia,
dan
tidak
ada
sekutu
bagi-Nya.
]
[ قل هو الله أحد ] — الإخلاص 1