Filter Results
Idioma
Resultados: ( 1 para 3 de 3 )
(0,023 segundos)
#1
Al Imran
:96
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Di
antara
bentuk
mengikuti
millat
Ibrâhîm
adalah
salat
menghadap
dan
berziarah
ke
Ka'bah
yang
dibangunnya.
Hal
itu
dijelaskan
Allah
sebagai
berikut,
"Sesungguhnya
rumah
pertama
dan
paling
terhormat
yang
dijadikan
Allah
sebagai
tempat
peribadatan
adalah
yang
terletak
di
kota
Mekah.
Rumah
itu
penuh
dengan
segala
bentuk
kebaikan
dan
berbagai
macam
keberkahan."
Allah
menitipkan
keberkahan-Nya
kepada
rumah
itu
yang
merupakan
tempat
hidayah
bagi
umat
manusia
dengan
mendatanginya
dan
menghadap
kepadanya
saat
melakukan
salat(1).
(1)
Ka'bah
yang
berada
di
kota
Mekah
adalah
rumah
pertama
yang
dibangun
di
muka
bumi
sebagai
tempat
peribadatan
kepada
Allah
Swt.
Bangsa
dan
kabilah
lain
di
dunia
ini
membangun
rumah
untuk
menyembah
patung.
Orang-orang
Mesir
kuno,
misalnya,
menyembah
sejumlah
tuhan
dalam
satu
waktu
sekaligus,
atau
dalam
waktu-waktu
terpisah.
Mulai
dari
menyembah
matahari
dengan
dewanya
yang
bernama
Râ',
kemudian
menyembah
gambar,
sampai
kepada
menyembah
tiga
tuhan:
Ozerus,
Ozis
dan
anaknya,
Horis.
Untuk
keperluan
itu
mereka
membangun
sejumlah
patung.
Orang-orang
Asiria
menyembah
Ba'l
Masymûsy,
dewa
matahari,
dan
membuat
patung
dalam
bentuk
yang
mirip
Spinx
(berkepala
manusia
dan
bertubuh
singa)
dan
bersayap.
Orang-orang
Kan'ân
juga
menyembah
Ba'l,
juga
mirip
dengan
Spinx
yang
patungnya
masih
ada
sampai
sekarang,
meskipun
dalam
bentuk
yang
tidak
sempurna
lagi,
di
kota
Ba'albak,
Lebanon.
Pada
ayat
ini,
kota
Mekah
disebut
Bakkah,
bukan
Makkah.
Kedua-duanya
sama
dan
benar.
Sebab,
dalam
dialek
beberapa
kabilah
Arab
terdapat
gejala
perubahan
fonem
/b/
menjadi
/m/
dan,
sebaliknya,
fonem
/m/
menjadi
/b/.
Kata
makân,
misalnya,
menjadi
bakân,
dan
bakr
menjadi
makr.
Gejala
bahasa
seperti
ini
masih
terdapat
sampai
sekarang
pada
beberapa
kabilah
di
bagian
selatan
Mesir.
]
[ إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا وهدى للعالمين ] — آل عمران 96
#2
Al-Muminoon
:5
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Mereka
juga
adalah
orang-orang
yang
selalu
menjaga
diri
agar
tidak
berhubungan
dengan
wanita(1).
(1)
Ayat
5--7
surat
al-Mu'minûn
ini
berkaitan
erat
dengan
beberapa
ayat
di
awal
surat
al-Nûr.
Ayat-ayat
itu
semua
mengisyaratkan
dampak
negatif
yang
dapat
ditimbulkan
oleh
perzinaan.
Dari
segi
sosial,
zina
dapat
berakibat
tidak
diketahuinya
asal
keturunan
anak
secara
pasti.
Sedangkan
dari
segi
kesehatan,
efek
negatif
zina
dapat
dibagi
ke
dalam
dua
hal.
Pertama,
secara
fisik,
zina
dapat
mengakibatkan
penyakit
gonore,
sipilis
(raja
singa)
dan
luka.
Dalam
keadaan
gawat,
gonore
dapat
mengakibatkan
komplikasi
pada
saluran
kencing,
persendian
atau
trakhoma
yang
dapat
mengakibatkan
kebutaan.
Sedangkan
sipilis
dapat
menyerang
seluruh
tubuh,
sel-sel
dan
urat
saraf.
Pada
puncaknya,
hal
itu
dapat
mengakibatkan
kegilaan.
Di
samping
itu,
penyakit
ini
juga
dapat
berpengaruh
pada
keturunan.
Bayi
yang
lahir
dari
orang
yang
menderita
sipilis
akan
mudah
mati
atau
cacat.
Kedua,
secara
mental,
zina
dapat
menimbulkan
perasaan
bersalah
dan
berdosa
yang
pada
akhirnya
dapat
berakibat
lemahnya
saraf.
Akibat
pemborosan,
orang
dapat
terkena
kegilaan.
]
[ والذين هم لفروجهم حافظون ] — المؤمنون 5
#3
Al-Muddathir
:51
— MS
, Abdullah Muhammad Basmeih