Filter Results
Keputusan: ( 1 sehingga 3 daripada 3 )
(0.159 saat)
#1
An-Najm
:2
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[53
~
AN-NAJM
(BINTANG)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
62
ayat
~
Sumpah
yang
terdapat
pada
permulaan
surat
ini
menunjukkan
kejujuran
Rasulullah
saw.
mengenai
kabar
wahyu
yang
ia
ucapkan
dan
ia
sampaikan.
Ia
tidak
sesat
maupun
salah
dalam
menyampaikan
wahyu
itu.
Selain
itu,
sumpah
itu
juga
menunjukkan
Rasulullah
jujur
dalam
menyampaikan
berita
tentang
perjalanannya
ke
langit
yang
dikenal
dengan
peristiwa
mikraj.
Penglihatannya
tidak
hilang
dan
tidak
pula
melampaui
batas.
Pembicaraan
selanjutnya
beralih
kepada
kebodohan
akal
orang-orang
kafir
ketika
menyembah
berhala
yang
mereka
buat
dengan
tangan
mereka
sendiri
kemudian
mereka
beri
nama
sesuai
dengan
selera
mereka
sendiri.
Kedunguan
mereka
juga
dapat
terlihat
dari
penamaan
mereka
terhadap
malaikat
yang
mereka
sebut
sebagai
"ber-gender
feminin"
setelah
sebelumnya
beranggapan
bahwa
Allah
mempunyai
anak
perempuan
dan
mereka
sendiri
mempunyai
anak
lak-laki.
Surat
ini
kemudian
meminta
Rasulullah
untuk
tidak
menoleh
kepada
mereka
dan
menyerahkan
urusan
mereka
sepenuhnya
kepada
Allah
yang
menciptakan
dan
memiliki
segala
sesuatu
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi,
yang
akan
memberi
balasan
buruk
kepada
orang-orang
yang
berbuat
jahat
dan
balasan
baik
kepada
orang-orang
yang
berbuat
baik.
Dia
mengetahui
semua
fase
penciptaan
makhluknya
dan
bagaimana
keadaan
mereka.
Perintah
kepada
Rasulullah
itu
kemudian
diikuti
dengan
ancaman
terhadap
orang-orang
yang
mengingkari
perhitungan
amal
perbuatan
setiap
manusia
seperti
terdapat
pula
pada
syariat
agama-agama
sebelum
Islam.
Kisah
tentang
lembaran-lembaran
suci
(shuhuf,
shahîfah)
Nabi
Mûsâ
dan
Nabi
Ibrâhîm
juga
disinggung
dalam
surat
ini.
Ayat-ayat
itu
semua
menunjukkan
kemahakuasan
Allah
dengan
bukti-bukti
dan
tanda-tandanya
yang
terlihat
pada
umat-umat
terdahulu.
Akhirnya
surat
ini
ditutup
dengan
penjelasan
bahwa
al-Qur'ân
merupakan
salah
satu
dari
sekian
banyak
pemberi
peringatan
yang
pernah
disampaikan
sebelumnya
agar
mereka
semua
takut
kepada
hari
kiamat
yang
waktunya
sudah
semakin
dekat.
Di
penghujung
surat
ini
juga
terdapat
celaan
terhadap
orang-orang
kafir
yang
mengingkari
dan
melalaikan
al-Qur'ân
dan
lebih
memilih
menertawakan
daripada
menangis
dan
dan
merenungi
maknanya.
Sedang
orang-orang
Mukmin
diminta
untuk
bersujud
dan
menyembah
Allah
yang
telah
menurunkan
al-Qur'ân.]]
Demi
bintang
ketika
turun
hendak
terbenam,
Muhammad
tidak
melenceng
dari
kebenaran
dan
tidak
menyakini
suatu
kepalsuan.
]
[ ما ضل صاحبكم وما غوى ] — النجم 2
#2
An-Najm
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[53
~
AN-NAJM
(BINTANG)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
62
ayat
~
Sumpah
yang
terdapat
pada
permulaan
surat
ini
menunjukkan
kejujuran
Rasulullah
saw.
mengenai
kabar
wahyu
yang
ia
ucapkan
dan
ia
sampaikan.
Ia
tidak
sesat
maupun
salah
dalam
menyampaikan
wahyu
itu.
Selain
itu,
sumpah
itu
juga
menunjukkan
Rasulullah
jujur
dalam
menyampaikan
berita
tentang
perjalanannya
ke
langit
yang
dikenal
dengan
peristiwa
mikraj.
Penglihatannya
tidak
hilang
dan
tidak
pula
melampaui
batas.
Pembicaraan
selanjutnya
beralih
kepada
kebodohan
akal
orang-orang
kafir
ketika
menyembah
berhala
yang
mereka
buat
dengan
tangan
mereka
sendiri
kemudian
mereka
beri
nama
sesuai
dengan
selera
mereka
sendiri.
Kedunguan
mereka
juga
dapat
terlihat
dari
penamaan
mereka
terhadap
malaikat
yang
mereka
sebut
sebagai
"ber-gender
feminin"
setelah
sebelumnya
beranggapan
bahwa
Allah
mempunyai
anak
perempuan
dan
mereka
sendiri
mempunyai
anak
lak-laki.
Surat
ini
kemudian
meminta
Rasulullah
untuk
tidak
menoleh
kepada
mereka
dan
menyerahkan
urusan
mereka
sepenuhnya
kepada
Allah
yang
menciptakan
dan
memiliki
segala
sesuatu
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi,
yang
akan
memberi
balasan
buruk
kepada
orang-orang
yang
berbuat
jahat
dan
balasan
baik
kepada
orang-orang
yang
berbuat
baik.
Dia
mengetahui
semua
fase
penciptaan
makhluknya
dan
bagaimana
keadaan
mereka.
Perintah
kepada
Rasulullah
itu
kemudian
diikuti
dengan
ancaman
terhadap
orang-orang
yang
mengingkari
perhitungan
amal
perbuatan
setiap
manusia
seperti
terdapat
pula
pada
syariat
agama-agama
sebelum
Islam.
Kisah
tentang
lembaran-lembaran
suci
(shuhuf,
shahîfah)
Nabi
Mûsâ
dan
Nabi
Ibrâhîm
juga
disinggung
dalam
surat
ini.
Ayat-ayat
itu
semua
menunjukkan
kemahakuasan
Allah
dengan
bukti-bukti
dan
tanda-tandanya
yang
terlihat
pada
umat-umat
terdahulu.
Akhirnya
surat
ini
ditutup
dengan
penjelasan
bahwa
al-Qur'ân
merupakan
salah
satu
dari
sekian
banyak
pemberi
peringatan
yang
pernah
disampaikan
sebelumnya
agar
mereka
semua
takut
kepada
hari
kiamat
yang
waktunya
sudah
semakin
dekat.
Di
penghujung
surat
ini
juga
terdapat
celaan
terhadap
orang-orang
kafir
yang
mengingkari
dan
melalaikan
al-Qur'ân
dan
lebih
memilih
menertawakan
daripada
menangis
dan
dan
merenungi
maknanya.
Sedang
orang-orang
Mukmin
diminta
untuk
bersujud
dan
menyembah
Allah
yang
telah
menurunkan
al-Qur'ân.]]
Demi
bintang
ketika
turun
hendak
terbenam,
Muhammad
tidak
melenceng
dari
kebenaran
dan
tidak
menyakini
suatu
kepalsuan.
]
[ والنجم إذا هوى ] — النجم 1
#3
Al-Jumua
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[62
~
AL-JUMU'AH
(HARI
JUMAT)
Pendahuluan:
Madaniyyah,
11
ayat
~
Surat
ini
diawali
dengan
berita
bahwa
semua
sesuatu
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi
bertasbih
kepada
Allah
Swt.
Dia
telah
memberikan
nikmat
besar
kepada
bangsa
Arab
yang
tidak
tahu
baca-
tulis
berupa
kedatangan
seorang
rasul
dari
kalangan
mereka
sendiri
yang
menyucikan
mereka
dan
mengajarkan
kitab
dan
hikmah
kepada
mereka.
Nikmat
tersebut
adalah
karunia
Allah
yang
diberikan
kepada
siapa
saja
yang
dikehendaki-Nya.
Dalam
surat
ini,
Allah
mengecam
sikap
orang-orang
Yahudi
yang
tidak
mengamalkan
Tawrât
padahal
mereka
mengetahui
isinya.
Allah
membantah
pernyataan
bahwa
hanya
merekalah,
bukan
yang
lain,
yang
menjadi
penolong-penolong
Allah.
Allah
menantang
mereka
untuk
mengharapkan
kematian
jika
memang
mereka
benar.
Surat
in
ditutup
dengan
perintah
kepada
orang-orang
Mukmin
agar
bersegera
melakukan
salat
Jumat
apabila
telah
mendengar
azan.
Dijelaskan,
hendaknya
saat
itu
mereka
juga
tidak
melakukan
jual
beli.
Apabila
telah
selesai
salat,
mereka
boleh
menyebar
di
muka
bumi
dan
mencari
karunia
Allah.
Allah
menolak
sikap
mereka
yang
disibukkan
oleh
urusan
dagang
dan
permainan
sehingga
tidak
mendengar
khutbah.
Pada
again
akhir
dijelaskan
bahwa
Allah
akan
menjamin
rezeki
mereka.
Sebab,
Dialah
sebaik-baik
pemberi
rezeki.]]
Segala
yang
di
langit
dan
di
bumi
selalu
bertasbih
dan
mensucikan
Allah
dari
hal-hal
yang
tidak
pantas
bagi-Nya,
Tuhan
pemilik
segala
sesuatu
yang
melakukan
apa
saja
tanpa
pesaing,
Yang
benar-benar
tersucikan
dari
segala
kekurangan,
Yang
Maha
Perkasa
atas
segala
sesuatu
lagi
Mahabijaksana.
]
[ يسبح لله ما في السماوات وما في الأرض الملك القدوس العزيز الحكيم ] — الجمعة 1