Filter Results
Surah
Keputusan: ( 1 sehingga 2 daripada 2 )
(0.024 saat)
#1
Fatir
:27
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Wahai
orang
yang
berpikir,
bukankah
kamu
telah
melihat
bahwa
Allahlah
yang
menurunkan
air
hujan
dari
langit.
Lalu
dengan
sebab
air
hujan
itu,
muncullah
berbagai
jenis
buah-buahan,
ada
yang
merah
dan
kuning,
ada
yang
manis
dan
masam,
dan
ada
yang
baik
dan
buruk.
Dan
di
antara
gunung-gunung
ada
yang
memiliki
jalur-jalur
dan
garis-garis
berwarna
putih
dan
merah
yang
kejelasan
dan
keburamannya
berbeda
satu
sama
lain
Dan
gunung-gunung….
(1).
(1)
(Terdapat
kesalahan
cetak
di
bagian
akhir
tafsir
ayat
ini).
Kemukjizatan
ayat
ini
dari
segi
ilmu
pengetahuan
sebenarnya
bukan
saja
tampak
ketika
ia
menyebutkan
bahwa
warna
gunung
yang
bermacam-macam
itu
disebabkan
adanya
perbedaan
materi-materi
yang
dikandung
oleh
bebatuan
gunung-gunung
itu.
Jika
materinya
besi,
maka
warna
dominannya
adalah
merah;
jika
materinya
batubara,
maka
warna
dominannya
hitam;
jika
materinya
perunggu,
maka
gunung
tersebut
berwarna
kehijau-hijauan;
dan
seterusnya.
Tidak
hanya
sampai
di
situ,
kemukjizatan
ayat
ini
sebenarnya
sangat
menonjol
ketika
ia
mengaitkan
adanya
berbagai
jenis
buah-buahan
meskipun
pepohonannya
disiram
dengan
air
yang
sama,
dengan
penciptaan
gunung-gunung
yang
beraneka
warna--merah,
putih
atau
hitam--meskipun
juga
berasal
dari
suatu
materi
yang
sama
di
dalam
perut
bumi.
Materi
ini,
oleh
para
geolog,
dinamakan
magma
yang
muncul
di
berbagai
kawasan
bumi.
Akan
tetapi,
karena
kemunculan
magma
itu
dari
kedalaman
yang
berbeda,
maka
kandungannya
menjadi
berbeda
pula.
Magma
yang
berproses
dari
kedalaman
yag
berbeda,
pada
akhirnya,
mengkristal
membentuk
gundukan-
gundukan
atau
gunung-gunung
yang
beraneka
ragam
warna
dan
materinya.
Demikianlah
sebenarnya
kesatuan
hukum
Allah.
Meskipun
bentuknya
beraneka
ragam,
tetapi
berasal
dari
materi
yang
satu.
Semua
itu
adalah
untuk
kemudahan
dan
kemanfaatan
umat
manusia.
]
[ ألم تر أن الله أنزل من السماء ماء فأخرجنا به ثمرات مختلفا ألوانها ومن الجبال جدد بيض وحمر مختلف ألوانها وغرابيب سود ] — فاطر 27
#2
Ta-ha
:77
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Setelah
peristiwa
itu,
terjadi
berbagai
peristiwa
lain
antara
Nabi
Mûsâ
dan
Fir'aun.
Di
antaranya
adalah
peristiwa
yang
terjadi
atas
perintah
Allah
melalui
wahyu-Nya
kepada
Mûsâ,
agar
ia
membawa
Banû
Isrâ'îl
keluar
dari
Mesir
di
malam
hari.
Melalui
wahyu
itu
pula
Allah
memerintahkan
Mûsâ
agar
memukul
laut
dengan
tongkatnya
hingga
muncullah
mukjizat
yang
lain,
yaitu
terbentangnya
jalan
yang
tidak
basah
di
tengah
air
laut.
Allah
menenangkan
Mûsâ
agar
tidak
khawatir
bahwa
Fir'aun
akan
dapat
mengejar
mereka
dan
bahwa
mereka
tidak
akan
tenggelam
di
dalam
air.
]
[ ولقد أوحينا إلى موسى أن أسر بعبادي فاضرب لهم طريقا في البحر يبسا لا تخاف دركا ولا تخشى ] — طه 77