Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 1 ന്റെ 1 )
(0.024 നിമിഷങ്ങള്)
#1
An-Nur
:39
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Orang-orang
kafir
dan
ingkar
mengira
bahwa
mereka
telah
berbuat
baik.
Mereka
juga
menduga
bahwa
perbuatan
baik
mereka
itu
akan
mendatangkan
manfaat
bagi
mereka
di
hari
kiamat.
Tetapi
dugaan
mereka
itu
meleset.
Perumpamaan
perbuatan
mereka
yang
salah
dan
tidak
berarti
itu
adalah
seperti
kilauan
yang
muncul
akibat
jatuhnya
sinar
matahari
pada
siang
hari
di
permukaan
tanah
yang
rata
(fatamorgana).
Orang
yang
kehausan
mengira
itu
adalah
air,
sehingga
ketika
dia
mendatanginya,
dia
tidak
mendapatkan
sesuatu
yang
bermanfaat
seperti
yang
dia
kira.
Demikianlah
pada
hari
kiamat,
amal
perbuatan
orang
kafir
akan
menjadi
seperti
debu
yang
beterbangan.
Orang
kafir
itu
akan
ditunggu
oleh
siksa
Allah
yang
terjadi
tanpa
dikurangi
sedikit
pun.
Tidak
diragukan
lagi,
pembalasan
Allah
pasti
datang.
Perhitungan
Allah
amatlah
cepat,
tidak
dilambatkan
dan
tidak
pula
salah(1).
(1)
Fatamorgana
adalah
peristiwa
optis
yang
disebabkan
oleh
refleksi
cahaya
matahari
oleh
permukaan
tanah
lapang
yang
tidak
banyak
tumbuhan.
Fatamorgana
akan
terjadi
saat
pantulan
cahaya
itu
sedikit
demi
sedikit
menjauhi
permukaan
bumi
di
siang
hari,
saat
suhu
udara
naik,
yang
kemudian
dapat
ditangkap
oleh
mata
orang
yang
memandangnya.
Pada
saat
itu,
bayangan
matahari
terlihat
terbalik
di
permukaan
bumi,
hingga
menyerupai
cermin
raksasa
yang
menghampar
di
atasnya,
dan
bayangan
langit
biru
yang
bersih
terlihat
di
situ
seperti
danau.
Bayangan-bayangan
pepohonan
pun
terlihat
terbalik
pula
hingga
mengesankan
adanya
air.
Dari
keterangan
singkat
ini
tampak
oleh
kita
bahwa
fatamorgana,
sebagaimana
dikatakan
ayat
ini,
tidak
lain
hanyalah
ilusi.
]
[ والذين كفروا أعمالهم كسراب بقيعة يحسبه الظمآن ماء حتى إذا جاءه لم يجده شيئا ووجد الله عنده فوفاه حسابه والله سريع الحساب ] — النور 39