Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 1 ന്റെ 1 )
(0.023 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Al-Ma'idah
:103
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Allah
tidak
mengizinkan
kalian
untuk
mengharamkan
sesuatu
yang
telah
dihalalkan
seperti,
misalnya,
memotong
telinga
unta
dan
tidak
mau
menggunakannya
yang
kemudian
kalian
beri
nama
bahîrah.
Atau
seperti
membiarkan
hewan
itu
berdasarkan
suatu
nazar
yang
kemudian
kalian
namakan
sâ'ibah.
Atau,
bisa
juga,
seperti
mengharamkan
domba
jantan
dari
betinanya
dan
mempersembahkan
yang
jantan
itu
kepada
patung-patung,
sampai
akhirnya
ketika
domba
betina
melahirkan
anak
jantan
dan
betina
yang
kalian
beri
nama
washîlah,
di
mana
anak
jantannya
itu
tidak
kalian
sembelih.
Allah
juga
tidak
pernah
membolehkan
kalian
untuk
tidak
memanfaatkan
unta
jantan
yang
telah
mengawini
sepuluh
unta
betina
yang
kalian
beri
nama
hâm!
Allah
sama
sekali
tidak
membolehkan
semua
itu!
Akan
tetapi
orang-orang
kafir
menciptakan
kebohongan
dan
menisbatkannya
kepada
Allah.
Kebanyakan
mereka
tidak
berpikir
(1).
(1)
Orang-orang
jahiliah
mempunyai
kebiasaan
mengharamkan
hal-hal
yang
tidak
diharamkan
Allah.
Di
antaranya:
a.
Apabila
seekor
unta
betina
melahirkan
lima
ekor
anak
dan
yang
terakhir
adalah
jantan,
kuping
unta
betina
itu
dipotong,
tidak
boleh
ditunggangi
dan
tidak
boleh
diusir
dari
ladang
gembalaan.
Unta
betina
itu
kemudian
dinamakan
bahîrah,
yaitu
yang
terpotong
telinganya.
b.
Di
antara
mereka
ada
yang
bernazar
dengan
mengatakan,
"Jika
saya
tiba
dari
perjalanan
dengan
selamat
atau
tidak
terjangkit
penyakit,
maka
unta
saya
menjadi
sâ'ibah."
Sâ'ibah
sama
dengan
bahîrah.
c.
Jika
seekor
domba
betina
beranak
betina,
anak
betina
itu
diambil
pemiliknya.
Tetapi,
apabila
anak
yang
lahir
itu
jantan,
ia
akan
dipersembahkan
kepada
tuhan
mereka.
Akan
tetapi,
apabila
domba
itu
melahirkan
jantan
dan
betina,
anak
yang
jantan
tidak
disembelih
dan
dipersembahkan
kepada
tuhan
mereka.
Mereka
malah
menyembelih
anak
betina
dengan
anggapan
bahwa
anak
betina
itu
cukup
mewakili
untuk
"menyampaikan"
persembahan
itu
kepada
tuhan.
Anak
betina
itu
kemudian
mereka
namakan
washîlah
(asal
kata
washala:
'menyambungkan',
'menyampaikan').
d.
Apabila
unta
jantan
telah
menghasilkan
sepuluh
anak
betina,
mereka
mengatakan,
"Punggung
unta
itu
harus
dilindungi
dan
tidak
boleh
ditunggangi
atau
dimanfaatkan
untuk
mengangkut
sesuatu."
Unta
seperti
itu
dikenal
dengan
nama
hâm
(asal
kata
hamâ:
'melindungi').
]
[ ما جعل الله من بحيرة ولا سائبة ولا وصيلة ولا حام ولكن الذين كفروا يفترون على الله الكذب وأكثرهم لا يعقلون ] — المائدة 103