Filter Results
ഫലങ്ങള്: ( 1 വരെ 1 ന്റെ 1 )
(0.037 നിമിഷങ്ങള്)
#1
Ar-Ra'd
:17
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Nikmat
dan
karunia
Allah
kepada
kalian
pun
sungguh
sangat
jelas
dan
nyata,
dan
patung-patung
kalian
tidak
mempunyai
peran
apa-apa
tentang
karunia-karunia
itu.
Hanya
Dialah
yang
menurunkan
hujan
dari
awan
hingga
mengakibatkan
sungai
dan
lembah
dapat
mengalirkan
air.
Semua
itu
sesuai
dengan
ketentuan
takdir
yang
telah
ditetapkan
Allah
untuk
dapat
menumbuhkan
tumbuh-tumbuhan
dan
membuahkan
pohon.
Sungai-sungai
itu,
ketika
mengalirkan
air,
membawa
benda-benda
yang
tak
berguna
yang
mengapung
di
atas
permukaannya,
mengalir
mengikuti
arah
air,
sedangkan
di
dalamnya
terdapat
benda-benda
yang
dapat
dimanfaatkan
dan
tidak
lenyap.
Sementara
benda
yang
tak
berguna
itu
akan
lenyap.
Demikian
pula
halnya
dengan
kebenaran
dan
kebatilan.
Yang
pertama
itu
akan
tetap,
kekal
dan
tidak
lenyap,
sedangkan
yang
kedua
akan
lenyap.
Selain
itu,
di
antara
tambang
yang
kalian
olah
dengan
menggunakan
api,
ada
yang
dapat
kalian
ambil
sebagai
perhiasan
seperti
emas
dan
perak,
ada
pula
yang
dapat
kalian
pergunakan
sebagaimana
peralatan
seperti
besi
dan
tembaga.
Ada
juga
yang
tidak
dapat
dimanfaatkan,
yang
muncul
di
permukaan.
Nah,
yang
tidak
dapat
dimanfaatkan
itu
hanya
akan
terbuang,
sedangkan
yang
dapat
digunakan
akan
bertahan.
Demikian
pula
halnya
dengan
akidah
dan
kepercayaan.
Akidah
yang
sesat
akan
lenyap
tak
berarti,
dan
akidah
yang
benar
akan
tetap,
tidak
akan
lenyap.
Dengan
cara
seperti
ini
Allah
Swt.
menerangkan
yang
sebenarnya.
Allah
mengumpamakan
suatu
dengan
yang
lainnya
agar
semuanya
menjadi
jelas(1).
(1)
Allah
menjelaskan
dua
hal
yang
mirip
dengan
kebenaran,
yaitu
air
jernih
dan
tambang
murni,
yang
dapat
diambil
kegunaannya,
juga
dua
hal
yang
mirip
dengan
kebaikan,
yaitu
buih
air
dan
buih
tambang
yang
larut,
yang
tidak
dapat
diambil
kegunaannya.
Dia
menurunkan
air
hujan
dari
awan,
lalu
mengalirlah
air
lembah
dan
sungai
dengan
berbagai
ukurannya,
besar
dan
kecil.
Air
yang
mengalir
itu
menghanyutkan
buih
yang
muncul
di
atas
permukaan
air
yang
disebut
busa
air.
Dari
berbagai
barang
tambang
yang
dihasilkan
orang
melalui
proses
pembakaran
seperti
emas,
perak,
tembaga
dan
timah
ada
yang
dapat
dijadikan
perhiasan
atau
peralatan
seperti
bejana.
Ada
juga
yang
berupa
sampah
seperti
sampah
air
yang
mengapung
di
atas
permukaan
air.
Bagian
barang
tambang
yang
mengalir
itu
disebut
khabîts
(limbah).
Dengan
tamsil
air
dan
limbahnya
serta
tambang
dan
limbahnya
itu,
Allah
menerangkan
kebenaran
dan
kebatilan.
Kebenaran
diibaratkan
sebagai
air
dan
tambang
yang
jernih,
sedangkan
kebatilan
diibaratkan
sebagai
limbah
air
dan
limbah
tambang
yang
tidak
mungkin
dapat
dimanfaatkan
dan
akan
lenyap
dan
terbuang.
Sedangkan
air
jernih
dan
tambang
jernih
yang
dapat
berguna
untuk
kepentingan
manusia
akan
bertahan
di
dalam
tanah
agar
dapat
dimanfaatkan.
Dengan
tamsil
yang
sangat
jelas
seperti
itulah
Allah
selalu
memperlihatkan
kebaikan
dan
kejahatan
kepada
manusia.
Setelah
menerangkan
kebenaran
dan
kebatilan,
Allah
kemudian
menerangkan
orang
yang
mengikuti
jalan
yang
benar
dan
jalan
yang
batil.
Orang-orang
yang
mengikuti
jalan
yang
benar
dengan
selalu
bersikap
patuh
akan
memperoleh
pahala
dan
kenikmatan
surga
di
akhirat.
Sebaliknya,
orang-orang
yang
lebih
memilih
jalan
yang
batil,
meskipun
mereka
memiliki
seluruh
kekayaan
dunia
bahkan
dua
kali
lebih
banyak
untuk
menghindari
siksaan
Allah,
tidak
akan
diterima.
]
[ أنزل من السماء ماء فسالت أودية بقدرها فاحتمل السيل زبدا رابيا ومما يوقدون عليه في النار ابتغاء حلية أو متاع زبد مثله كذلك يضرب الله الحق والباطل فأما الزبد فيذهب جفاء وأما ما ينفع الناس فيمكث في الأرض كذلك يضرب الله الأمثال ] — الرعد 17