結果: ( 1 に 3 の 3 )
(0.026 秒)
#1
Al-Maarij
:41
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Aku
bersumpah
demi
Tuhan
Pemilik
tempat
terbit
dan
terbenamnya
hari,
bintang
dan
petunjuk.
Sesungguhnya
Kami
mampu
menghancurkan
mereka
dan
mendatangkan
pengganti
mereka
yang
lebih
taat
kepada
Allah.
Dan
Kami
tidaklah
lemah
untuk
melakukan
penggantian
itu(1).
(1)
Al-masyâriq
(tempat
terbit)
dan
al-maghârib
(tempat
terbenam)
di
sini
dapat
dimaksudkan
sebagai
tempat-tempat
kerajaan
Allah
dengan
luasnya
yang
tak
terhingga
seperti
diisyaratkan
pada
ayat
137
surat
al-A'râf
untuk
menunjukkan
belahan-belahan
bumi
yang
disebutkan
pada
ayat
itu.
Al-masyâriq
dan
al-maghârib
dapat
pula
diartikan
sebagai
tempat
terbit
dan
terbenamnya
matahari,
bulan,
seluruh
bintang
dan
planet,
di
samping
juga
untuk
menunjukkan
semua
kerajaan
Allah.
Gejala
terbit
dan
terbenamnya
benda-benda
langit
disebabkan
oleh
perputaran
bumi
pada
porosnya
dari
barat
ke
timur.
Oleh
karena
itu,
benda-benda
langit
tersebut
tampak
bergerak
di
kubah
langit
berlawanan
dengan
perputaran
tadi
yaitu
terbit
di
ufuk
timur
dan
terbenam
di
ufuk
barat.
Atau
paling
sedikit
berputar
dari
timur
ke
barat
di
sekitar
bintang
kutub
utara--di
belahan
bola
bumi
bagian
utara,
misalnya.
Apabila
jarak
kutub
bintang
itu
lebih
kecil
dari
lebarnya
tempat
peneropong,
maka
bintang
tersebut
tidak
terbit
dan
tidak
terbenam,
tetapi
membentuk
putaran
kecil
di
sekitar
kutub
utara.
Oleh
sebab
itu
ayat
ini
juga
mengisaratkan
saat-saat
di
malam
hari
(lihat
ayat
16
surat
al-Nahl).
Jadi,
fenomena
terbit
dan
terbenam
menunjukkan
adanya
perputaran
bola
bumi.
Dan
itu
adalah
nikmat
terbesar
yang
diberikan
oleh
Allah
kepada
semua
makhluk
hidup
di
planet
ini.
Kalau
bumi
tidak
berputar
pada
porosnya
maka
setengah
bagiannya
akan
terkena
sinar
matahari
selama
setengah
tahun
dan
setengan
bagian
lainnya
tidak
terkena
sinar
matahari
sama
sekali.
Dengan
demikian,
tidak
akan
ada
kehidupan
seperti
sekarang
ini.
Kalau
kita
coba
membatasi
fenomena
terbit
dan
terbenam
hanya
pada
matahari
saja,
tanpa
bintang
dan
planet
lainnya,
maka
ini
menunjukkan
banyaknya
tempat
terbit
dan
terbenam
di
bumi
yang
tidak
ada
habisnya
dari
hari
ke
hari
pada
setiap
tempat
di
muka
bumi
ini.
Bahkan
pada
setiap
saat
yang
berlalu
di
bola
bumi
ini.
Pada
setiap
saat
matahari
terbenam
pada
suatu
titik
dan
terbit
pada
titik
lain
yang
berlawanan.
Ini
semua
berkat
ketelitian
aturan
Allah
dan
mukjizat
kekuasaan-Nya
(Lihat
juga
catatan
kaki
ayat
5
surat
al-Shâffât
dan
ayat
17
surat
al-Rahmân).
]
[ على أن نبدل خيرا منهم وما نحن بمسبوقين ] — المعارج 41
#2
Al-Maarij
:40
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Aku
bersumpah
demi
Tuhan
Pemilik
tempat
terbit
dan
terbenamnya
hari,
bintang
dan
petunjuk.
Sesungguhnya
Kami
mampu
menghancurkan
mereka
dan
mendatangkan
pengganti
mereka
yang
lebih
taat
kepada
Allah.
Dan
Kami
tidaklah
lemah
untuk
melakukan
penggantian
itu(1).
(1)
Al-masyâriq
(tempat
terbit)
dan
al-maghârib
(tempat
terbenam)
di
sini
dapat
dimaksudkan
sebagai
tempat-tempat
kerajaan
Allah
dengan
luasnya
yang
tak
terhingga
seperti
diisyaratkan
pada
ayat
137
surat
al-A'râf
untuk
menunjukkan
belahan-belahan
bumi
yang
disebutkan
pada
ayat
itu.
Al-masyâriq
dan
al-maghârib
dapat
pula
diartikan
sebagai
tempat
terbit
dan
terbenamnya
matahari,
bulan,
seluruh
bintang
dan
planet,
di
samping
juga
untuk
menunjukkan
semua
kerajaan
Allah.
Gejala
terbit
dan
terbenamnya
benda-benda
langit
disebabkan
oleh
perputaran
bumi
pada
porosnya
dari
barat
ke
timur.
Oleh
karena
itu,
benda-benda
langit
tersebut
tampak
bergerak
di
kubah
langit
berlawanan
dengan
perputaran
tadi
yaitu
terbit
di
ufuk
timur
dan
terbenam
di
ufuk
barat.
Atau
paling
sedikit
berputar
dari
timur
ke
barat
di
sekitar
bintang
kutub
utara--di
belahan
bola
bumi
bagian
utara,
misalnya.
Apabila
jarak
kutub
bintang
itu
lebih
kecil
dari
lebarnya
tempat
peneropong,
maka
bintang
tersebut
tidak
terbit
dan
tidak
terbenam,
tetapi
membentuk
putaran
kecil
di
sekitar
kutub
utara.
Oleh
sebab
itu
ayat
ini
juga
mengisaratkan
saat-saat
di
malam
hari
(lihat
ayat
16
surat
al-Nahl).
Jadi,
fenomena
terbit
dan
terbenam
menunjukkan
adanya
perputaran
bola
bumi.
Dan
itu
adalah
nikmat
terbesar
yang
diberikan
oleh
Allah
kepada
semua
makhluk
hidup
di
planet
ini.
Kalau
bumi
tidak
berputar
pada
porosnya
maka
setengah
bagiannya
akan
terkena
sinar
matahari
selama
setengah
tahun
dan
setengan
bagian
lainnya
tidak
terkena
sinar
matahari
sama
sekali.
Dengan
demikian,
tidak
akan
ada
kehidupan
seperti
sekarang
ini.
Kalau
kita
coba
membatasi
fenomena
terbit
dan
terbenam
hanya
pada
matahari
saja,
tanpa
bintang
dan
planet
lainnya,
maka
ini
menunjukkan
banyaknya
tempat
terbit
dan
terbenam
di
bumi
yang
tidak
ada
habisnya
dari
hari
ke
hari
pada
setiap
tempat
di
muka
bumi
ini.
Bahkan
pada
setiap
saat
yang
berlalu
di
bola
bumi
ini.
Pada
setiap
saat
matahari
terbenam
pada
suatu
titik
dan
terbit
pada
titik
lain
yang
berlawanan.
Ini
semua
berkat
ketelitian
aturan
Allah
dan
mukjizat
kekuasaan-Nya
(Lihat
juga
catatan
kaki
ayat
5
surat
al-Shâffât
dan
ayat
17
surat
al-Rahmân).
]
[ فلا أقسم برب المشارق والمغارب إنا لقادرون ] — المعارج 40
#3
Ya-Sin
:8
— MS
, Abdullah Muhammad Basmeih
[
Sesungguhnya
Kami
jadikan
(kesombongan
dan
keengganan
mereka
tunduk
kepada
kebenaran
sebagai)
belenggu
yang
memberkas
kedua
tangan
mereka
ke
batang
leher
mereka;
(lebarnya
belenggu
itu)
sampai
(menongkatkan)
dagu
mereka
lalu
menjadilah
mereka
terdongak.
]
[ إنا جعلنا في أعناقهم أغلالا فهي إلى الأذقان فهم مقمحون ] — يس 8