Filter Results
結果: ( 1 に 8 の 8 )
(0.023 秒)
#1
Al-Ghashiya
:17
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Maka
apakah
mereka
tetap
meremehkan
dan
tidak
mau
merenungi
bukti-bukti,
sehingga
mereka
tidak
memperhatikan
unta:
bagaimana
dia
diciptakan
dengan
penciptaan
yang
begitu
indah
yang
menunjukan
kekuasaan
Allah?(1).
(1)
Dalam
penciptaan
unta
terdapat
mukjizat
yang
menunjukkan
kekuasaan
Allah
untuk
kita
renungkan.
Dari
bentuk
lahirnya,
seperti
kita
ketahui,
unta
benar-benar
memiliki
potensi
untuk
menjadi
kendaraan
di
wilayah
gurun
pasir.
Matanya
terletak
pada
bagian
kepala
yang
agak
tinggi
dan
agak
ke
belakang,
ditambah
dengan
dua
lapis
bulu
mata
yang
melindunginya
dari
pasir
dan
kotoran.
Begitu
pula
dengan
kedua
lubang
hidung
dan
telinga
yang
dikelilingi
dengan
rambut
untuk
maksud
yang
sama.
Maka
apabila
badai
pasir
bertiup
kencang,
kedua
lubang
hidung
itu
akan
tertutup
dan
kedua
telinganya
akan
melipat
ke
tubuhnya,
meski
bentuknya
kecil
dan
hampir
tak
terlihat.
Sedangkan
kakinya
yang
panjang
adalah
untuk
membantu
mempercepat
geraknya,
seimbang
dengan
lehernya
yang
panjang
pula.
Telapak
kakinya
yang
sangat
lebar
seperti
sepatu
berguna
untuk
memudahkannya
dalam
berjalan
di
atas
pasir
yang
lembut.
Unta
juga
mempunyai
daging
tebal
di
bawah
dadanya
dan
bantalan-bantalan
pada
persendian
kakinya
yang
memungkinkannya
untuk
duduk
di
atas
tanah
yang
keras
dan
panas.
Pada
sisi-sisi
ekornya
yang
panjang
terdapat
bulu
yang
melindungi
bagian-bagian
belakang
yang
lembut
dari
segala
macam
kotoran.
Sedang
kemampuan
kerja
unta
terlihat
lebih
istimewa
lagi.
Pada
musim
dingin,
unta
tidak
membutuhkan
air.
Bahkan
unta
dapat
bertahan
tanpa
minum
air
selama
dua
bulan
berturut-turut,
apabila
makanan
yang
dimakannya
segar
dan
berair,
dan
selama
dua
minggu
berturut-turut
apabila
makanannya
kering.
Unta
juga
dapat
menahan
rasa
haus
saat
terik
musim
panas
selama
satu
atau
dua
minggu.
Pada
saat
seperti
itu,
dia
akan
kehilangan
lebih
dari
sepertiga
berat
badannya.
Kemudian
bila
menemukan
air,
unta
segera
meminumya
dalam
jumlah
yang
sangat
banyak
untuk
mengembalikan
berat
badannya
semula
dalam
waktu
beberapa
menit
saja.
Air
yang
diminum
unta
tidak
disimpan
di
lambungnya,
sebagaimana
diduga
orang
banyak,
melainkan
di
sela-sela
badannya.
Air
itu
digunakannya
dengan
sangat
hemat.
Maka
dari
itu,
unta
sama
sekali
tidak
pernah
terengah-engah,
tidak
pernah
bernafas
dengan
mulutnya,
dan
tidak
mengeluarkan
keringat
dari
kulitnya,
kecuali
dalam
jumlah
yang
sangat
sedikit.
Hal
ini
disebabkan
oleh
suhu
tubuhnya
sangat
yang
rendah
pada
pagi
hari,
kemudian
mulai
meninggi
secara
perlahan-lahan
lebih
dari
enam
derajat
sebelum
dia
perlu
mengeluarkan
keringat
untuk
menyegarkan
dan
menurunkan
suhu
badannya
kembali.
Meski
kehilangan
air
dalam
jumlah
yang
sangat
banyak
setelah
mengalami
kehausan
yang
sangat
panjang,
tekanan
darah
unta
sama
sekali
tidak
terpengaruh
kecuali
dalam
batas-batas
tertentu
saja.
Maka
dari
itu,
unta
tidak
akan
mati
arena
kehausan
dan
dahaga.
Lebih
dari
itu,
melalui
ilmu
pengetahuan
mtakhir
telah
ditemukan
pula
bahwa
lemak
yang
terdapat
di
punuk
unta
merupakan
tempat
menyimpan
kekuatannya
yang
dapat
menjaganya
dari
rasa
lapar.
Namun
demikian,
lemak
itu
tidak
banyak
memberikan
manfaat
untuk
penyimpanan
air
yang
cukup
bagi
tubuhnya.
Setiap
kali
dilakukan
penelitian
pada
hewan
ini
oleh
para
ahli,
selalu
ditemukan
kebenaran
perintah
Allah
agar
kita
memperhatikan
ciptaan-Nya
yang
mengandung
mukjizat
itu.
]
[ أفلا ينظرون إلى الإبل كيف خلقت ] — الغاشية 17
#2
Al-Hijr
:74
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Allah
telah
melaksanakan
ketetapan-Nya
dan
berkata,
"Kami
menjadikan
bagian
atas
kota-kota
mereka
terbalik
ke
bawah,
hancur
porak
poranda.
Mereka
Kami
hujani
dengan
tanah
yang
membatu
sehingga
rumah-rumah
mereka
hancur.
Meskipun
mereka
keluar
ke
tanah
lapang,
hujan
batu
itu
menghadang
mereka.
Dengan
demikian,
mereka
dikelilingi
oleh
azab."
]
[ فجعلنا عاليها سافلها وأمطرنا عليهم حجارة من سجيل ] — الحجر 74
#3
Al-Waqi'a
:18
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
#4
Al-Waqi'a
:17
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
#5
Al-Ankabut
:55
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Yaitu
ketika
mereka
dikelilingi
oleh
siksaan,
baik
dari
atas
maupun
dari
bawah
mereka.
(1)
Malaikat
yang
ditugaskan
menyiksa
mereka
berkata,
"Rasakanlah
balasan
keburukan
yang
dahulu
kalian
lakukan."
(1)
Pada
edisi
bahasa
Arab
terdapat
kesalahan.
]
[ يوم يغشاهم العذاب من فوقهم ومن تحت أرجلهم ويقول ذوقوا ما كنتم تعملون ] — العنكبوت 55
#6
At-Tur
:24
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
#7
Az-Zumar
:48
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
#8
As-Saaffat
:45
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.