Filter Results
結果: ( 1 に 1 の 1 )
(0.025 秒)
#1
Yunus
:92
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Pada
hari
kebinasaanmu
itu
(wahai
Fir'aun),
Kami
mengangkat
dan
mengeluarkan
mayatmu
dari
laut,
agar
menjadi
bahan
renungan
dan
pelajaran
bagi
mereka
yang
telah
menuhankanmu.
Mereka
tidak
akan
menyangka
bahwa
nasibmu
akan
berakhir
dengan
kondisi
yang
sangat
memilukan
dan
menyedihkan
seperti
ini.
Akan
tetapi
banyak
manusia
yang
tidak
mau
mengamati
bukti-bukti
kekuasaan
Kami
di
alam
raya
yang
begitu
banyak
ini(1).
(1)
Ayat
ini,
tampaknya,
mengisyaratkan
bahwa
jasad
Fir'aun
akan
terus
terpelihara
sehingga
manusia
dapat
menjadikannya
sebagai
bahan
pelajaran,
betapa
mengenaskan
nasib
seseorang
yang
pernah
mengaku
Tuhan
dan
memaksa
kaumnya
yang
bersahaja
untuk
mengatakan
bahwa
tiada
tuhan
selain
dia.
Diperkirakan,
peristiwa
eksodus
Banû
Isrâ'îl
itu
terjadi
di
akhir
abad
ke-13
S.
M.,
pada
masa
salah
seorang
raja
dari
dinasti
XIX
bernama
Minfatah
putra
Ramsis
II,
yang
pernah
memberlakukan
kerja
paksa
terhadap
Banû
Isrâ'îl
untuk
membangun
ibukota
kerajaannya.
Dalam
temuan
sejarah
modern,
ibukota
yang
tertimbun
di
bawah
tanah
ini
bernama
Buramsis.
Adapun
mengenai
sebab
terjadinya
eksodus
adalah
dalam
upaya
menyebarkan
agama
tauhid
sekaligus
membebaskan
diri
dari
cengkeraman
Fir'aun
yang
telah
memperbudak
dan
menyiksa
Banû
Isrâ'îl.
Sampai
di
sini,
tampaknya,
kita
patut
bertanya,
"Bukankah
ayat
ini
menjadi
salah
satu
bukti
bahwa
al-Qur'ân
itu
benar-benar
diturunkan
oleh
Allah?"
]
[ فاليوم ننجيك ببدنك لتكون لمن خلفك آية وإن كثيرا من الناس عن آياتنا لغافلون ] — يونس 92