Filter Results
結果: ( 1 に 2 の 2 )
(0.023 秒)
#1
Al-Mujadila
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[58
~
AL-MUJADILAH
(WANITA
YANG
MENGGUGAT)
Pendahuluan:
Madaniyyah,
22
ayat
~
Surat
ini
diawali
dengan
pembicaraan
tentang
wanita
yang
dijatuhi
sumpah
zihar
oleh
suaminya
berikut
keterangan
mengenai
hukumnya.
Pada
ayat-ayat
berikutnya,
Allah
kemudian
menyalahkan
orang-orang
yang
memusuhi
agama-Nya
lalu
memperingatkan
mereka
untuk
tidak
mengadakan
pembicaraan
rahasia
dalam
masalah
dosa
dan
permusuhan.
Setelah
itu
Allah
mengajarkan
suatu
etika--berkenaan
dengan
pembicaraan
rahasia--kepada
orang-orang
Mukmin,
baik
di
antara
sesama
mereka
ataupun
antara
mereka
dengan
Rasulullah
saw.
Setelah
itu
dalam
surat
ini
Allah
juga
menyalahkan
orang-orang
munafik
yang
menjadikan
orang-orang
kafir
sebagai
teman.
Mereka
itu,
menurut
Allah,
adalah
anggota
kelompok
setan
(hizb
al-syaithân)
yang
pasti
kalah.
Surat
ini
ditutup
dengan
gambaran
menyeluruh
mengenai
sifat-sifat
yang
harus
dimiliki
oleh
orang
Mukmin
seperti,
di
antaranya,
lebih
mengutamakan
restu
Allah
dan
rasul-Nya
daripada
restu
orang
lain
meskipun
mereka
adalah
bapak,
anak,
saudara,
atau
kerabat
dekat
mereka.
Allah
menggambarkan
bahwa
mereka
adalah
anggota
golongan
Allah
(hizb
Allâh)
yang
pasti
menang.]]
Allah
benar-benar
telah
mendengar
wanita
yang
mendebatmu
tentang
hal
ihwal
suaminya
yang
menjatuhkan
sumpah
zihar
kepadanya
dan
mengeluhkannya
kepada
Allah.
Allah
mendengar
perkataan
yang
kalian
berdua
perdebatkan.
Pendengaran-Nya
benar-benar
meliputi
segala
sesuatu
yang
mungkin
didengar
dan
penglihatan-Nya
meliputi
segala
sesuatu
yang
mungkin
terlihat.
(1)
(1)
Latar
belakang
turunnya
ayat
ini
adalah
sebuah
kasus
yang
mengisahkan
bahwa
Aws
ibn
al-Shâmit
suatu
ketika
memarahi
istrinya,
Khawlah
bint
Tsa'labah.
Kepada
sang
istri,
Aws
berkata,
"Bagiku,
punggungmu
seperti
punggung
ibuku."
Pada
zaman
jahiliah,
ungkapan
seperti
itu
mengandung
makna
majas
(metaforis)
yang
berarti
bahwa
istri
tidak
lagi
halal
untuk
digauli.
Khawlah
mengadukan
hal
itu
kepada
Rasulullah
saw.
yang
kemudian
menanggapinya
dengan
bersabda,
"Aku
tidak
mendapat
perintah
apa-apa
mengenai
persoalanmu
itu.
Menurutku
kamu
telah
haram
untuk
digauli
suamimu."
Khawlah
pun
mendebat
Rasulullah
dan
mengadukan
perkaranya
kepada
Allah
karena
didorong
oleh
rasa
takut
berpisah
dengan
suami
dan
takut
kehilangan
anak.
Kemudian
turunlah
ayat
ini
bersama
tiga
ayat
berikutnya.
]
[ قد سمع الله قول التي تجادلك في زوجها وتشتكي إلى الله والله يسمع تحاوركما إن الله سميع بصير ] — المجادلة 1
#2
Al-Baqarah
:188
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Diharamkan
atas
kalian
memakan
harta
orang
lain
secara
tidak
benar.
Harta
orang
lain
itu
tidaklah
halal
bagi
kalian
kecuali
jika
diperoleh
melalui
cara-cara
yang
ditentukan
Allah
seperti
pewarisan,
hibah
dan
transaksi
yang
sah
dan
dibolehkan.
Terkadang
ada
orang
yang
menggugat
harta
saudaranya
secara
tidak
benar.
(1)
Untuk
mendapatkan
harta
saudaranya
itu,
ia
menggugat
di
hadapan
hakim
dengan
memberi
saksi
dan
bukti
yang
tidak
benar,
atau
dengan
memberi
sogokan
yang
keji.
Perlakuan
seperti
ini
merupakan
perlakuan
yang
sangat
buruk
yang
akan
dibalas
dengan
balasan
yang
buruk
pula.
{(1)
Ayat
ini
mengisyaratkan
bahwa
praktek
sogok
atau
suap
merupakan
salah
satu
tindak
kriminal
yang
paling
berbahaya
bagi
suatu
bangsa.
Pada
ayat
tersebut
dijelaskan
pihak-pihak
yang
melakukan
tindakan
penyuapan.
Yang
pertama,
pihak
penyuap,
dan
yang
kedua,
pihak
yang
menerima
suap,
yaitu
penguasa
yang
menyalahgunakan
wewenangnya
dengan
memberikan
kepada
pihak
penyuap
sesuatu
yang
bukan
haknya.
}
]
[ ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل وتدلوا بها إلى الحكام لتأكلوا فريقا من أموال الناس بالإثم وأنتم تعلمون ] — البقرة 188