Filter Results
Hasil: ( 1 Ke 1 Dari 1 )
(0,039 Kedua)
#1
At-Tawba
:107
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Di
antara
orang-orang
munafik
terdapat
kelompok
yang
membangun
masjid
bukan
untuk
mencari
keridaan
Allah,
tetapi
untuk
menimbulkan
kemudaratan,
kekufuran
dan
perpecahan
di
antara
orang-orang
Mukmin
serta
untuk
memfasilitasi
orang-orang
yang
hendak
memerangi
Allah
dan
Rasul-Nya.
Mereka
akan
bersumpah
bahwa
mereka,
dalam
membangun
masjid
ini,
tidak
bertujuan
apa-apa
selain
untuk
kebaikan
dan
dalam
rangka
berbuat
sesuatu
yang
lebih
baik.
Allah
menjadi
saksi
atas
mereka
bahwa
mereka
berdusta
dengan
sumpah-sumpah
itu(1).
(1)
Masjid
yang
disebut
dalam
ayat
ini
didirikan
oleh
sekelompok
orang
munafik
di
Madinah
yang
selalu
menginginkan
keburukan.
Pendirian
masjid
Qubâ',
yang
dipuji
oleh
Banû
'Amr
ibn
'Awf
dan
diberkahi
oleh
Rasulullah
saw.
dengan
mengerjakan
salat
di
dalamnya,
telah
mengusik
mereka.
Lalu
Ibn
'Amr,
sang
pendeta,
menyuruh
orang-orang
munafik
itu
untuk
membangun
masjid
yang
dapat
mereka
banggakan
di
hadapan
orang-orang
yang
membangun
masjid
Qubâ'.
Dengan
demikian,
obyek
fanatisme
jahiliah
adalah
berbangga-bangga
dengan
masjid
dan
menjadikannya
sebagai
wadah
untuk
perkumpulan
dan
rencana
melakukan
kejahatan
kepada
orang-orang
Mukmin.
Setelah
selesai
mendirikan
masjid
itu,
mereka
memanggil
Rasulullah
saw.
untuk
melakukan
salat
di
dalamnya,
untuk
dijadikan
sebagai
alat
untuk
menimbulkan
perpecahan.
Tetapi
Allah
memberitahukan
maksud
mereka
itu
kepada
Rasulullah
saw.
ketika
sekembalinya
dari
perang
Tabuk,
saat
ia
hendak
memenuhi
panggilan
mereka.
Kemudian
Allah
melarang
Rasul-Nya
untuk
berdiri
di
masjid
itu,
lebih-lebih
lagi
salat
di
dalamnya.
]
[ والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقا بين المؤمنين وإرصادا لمن حارب الله ورسوله من قبل وليحلفن إن أردنا إلا الحسنى والله يشهد إنهم لكاذبون ] — التوبة 107