Filter Results
Hasil: ( 1 Ke 2 Dari 2 )
(0,024 Kedua)
#1
Al-Jathiya
:1
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
[[45
~
AL-JAATSIYAH
(YANG
BERLUTUT)
Pendahuluan:
Makkiyyah,
37
ayat
~
Surat
ini
diawali
dengan
dua
huruf
eja,
diikuti
dengan
penjelasan
tentang
turunnya
al-Qur'ân
dari
sisi
Allah
yang
Mahamulia
dan
Mahabijaksana,
kemudian
dilanjutkan
dengan
pemaparan
bukti-
bukti,
baik
yang
bersifat
kawniyyah
maupun
'aqliyyah,
untuk
membuktikan
kebenaran
akidah
Islam
dan
dakwah
untuk
memeluknya.
Pada
bagian
selanjutnya,
surat
ini
menyinggung
dengan
menyebutkan
nikmat
dan
karunia
Allah
yang
banyak
terhadap
hambanya.
Orang-orang
Mukmin
diminta
agar
memberikan
maaf
terhadap
orang-orang
yang
ingkar.
Hanya
Allah
semata
yang
memberikan
balasan
atas
perbuatan
sesorang.
Nikmat-nikmat
itu
banyak
sekali
dikaruniakan
kepada
Banû
Isrâ'îl,
sebagaimana
yang
dipaparkan
pada
surat
ini.
Bahwa
Allah
memberikan
kemuliaan
terhadap
Banû
Isrâ'îl
dengan
nikmat
yang
banyak.
Disebutkan
pula
bahwa
apa
saja
yang
diperselisihkan
oleh
mereka,
akan
diperhitungkan
Allah
pada
hari
kiamat.
Selanjutnya,
surat
ini
membedakan
antara
orang-orang
yang
mengikuti
kebenaran
dan
orang-orang
yang
mengikuti
hawa
nafsunya
lalu
mengingkari
hari
kebangkitan.
Terhadap
ayat-ayat
al-Qur'ân
yang
berbicara
tentang
kemahakuasaan
Allah,
mereka
malah
menyikapinya
dengan
meminta
Muhammad
untuk
menghidupkan
kembali
leluhur-leluhur
mereka.
Padahal
hanya
Allahlah
yang
mampu
menghidupkan
dan
mematikan.
Dia
memiliki
segala
sesuatu.
Kelak,
pada
hari
ketika
semua
orang
dikumpulkan
di
padang
Mahsyar,
setiap
orang
akan
dipanggil
untuk
melihat
buku
catatan
amal
perbuatannya.
Orang-orang
Mukmin
ketika
itu,
akan
menang
dan
beruntung.
Sedangkan
orang-orang
yang
tidak
beriman
dan
besar
kepala
akan
terhina.
Pada
ayat-ayat
selanjutnya,
surat
ini
kembali
berbicara
tentang
sikap
mereka
yang
mengingkari
hari
kiamat
dan
mendustakan
bukti-bukti
yang
menunjukkan
datangnya
hari
kiamat.
Selain
itu,
surat
ini
juga
menyebutkan
bahwa
Allah
melupakan
mereka
sebagaimana
mereka
melupakan
datangnya
hari
kiamat,
dan
bahwa
tempat
kembali
mereka
adalah
neraka
sebagai
akibat
sikap
mencemoohkan
ayat-ayat
Allah
dan
sikap
sombong
mereka
di
dunia.
Akhirnya
surat
ini
ditutup
dengan
pujian
terhadap
Pencipta
langit
dan
bumi
yang
Mahamulia
dan
Mahabijaksana.]]
Hâ,
Mîm.
Surat
ini
diawali
dengan
dua
fonem
Arab,
sebagimana
halnya
cara
al-Qur'ân
dalam
mengawali
beberapa
surat
dengan
menyebutkan
fonem-fonem
tertentu,
untuk
mengisyaratkan
betapa
orang-orang
musyrik
tidak
mampu
membuat
sesuatu
seperti
al-Qur'ân.
Padahal,
al-Qur'ân
sendiri
menggunakan
huruf
dan
fonem
yang
mereka
gunakan
dalam
percakapan
mereka
sehari-hari.
]
[ حم ] — الجاثية 1
#2
An-Nisa'
:131
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Inti
sikap
beragama
adalah
tunduk
dan
taat
kepada
Pencipta
alam
yang
Mahaagung
dan
Mahamulia
dan
mengakui
kekuasaan-Nya
yang
mutlak.
Hanya
milik
Allahlah
segala
apa
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi.
Dengan
kekuasaan-Nya
yang
mutlak,
Allah
berkata,
"Kami
telah
mewasiatkan
kepada
pemeluk
agama-
agama
samawi
dari
golongan
Ahl
al-Kitâb--termasuk
juga
kalian,
umat
Islam--untuk
selalu
takut
dan
beribadah
kepada-Nya,
dan
tidak
kufur.
Dialah
satu-satunya
pemilik
kekuasaan
terbesar
di
langit
dan
di
bumi.
Dengan
kekuasaan
Allah,
tidak
ada
sesuatu
pun
yang
tampak
ganjil.
Dia
Mahakaya,
tidak
membutuhkan
kalian.
Tetapi,
meskipun
demikian,
Dia
selalu
memuji
keimanan
kalian.
Dia
memang
tidak
membutuhkan
apa-apa
tetapi
selalu
memuji
kebajikan
yang
dilakukan
hamba-hamba-Nya
]
[ ولله ما في السماوات وما في الأرض ولقد وصينا الذين أوتوا الكتاب من قبلكم وإياكم أن اتقوا الله وإن تكفروا فإن لله ما في السماوات وما في الأرض وكان الله غنيا حميدا ] — النساء 131