Filter Results
Résultats: ( 1 vers 1 de 1 )
(0,024 secondes)
#1
Al-Anbiyaa
:30
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Apakah
orang-orang
kafir
itu
buta
hingga
tidak
melihat
bahwa
langit
dan
bumi
pada
awalnya
penciptaannya
adalah
satu
kesatuan
dan
saling
melekat
satu
sama
lain,
lalu--dengan
kekuasaan
Kami--masing-masing
Kami
pisahkan?
Tidak
melihat
pulakah
mereka
bahwa
dari
air
yang
tak
mengandung
kehidupan
Kami
dapat
membuat
segala
sesuatu
menjadi
hidup?
Lalu,
setelah
itu
mereka
tetap
juga
membangkang
dan
tidak
percaya
bahwa
tiada
tuhan
selain
Kami?(1).
(1)
Ayat
ini
mengungkap
konsep
penciptaan
planet,
termasuk
bumi,
yang
belakangan
dikuatkan
oleh
penemuan
ilmu
pengetahuan
mutakhir
dengan
teori-teori
modernnya.
Dalam
konsep
itu
dinyatakan
bahwa
pada
dasarnya
bumi
dan
langit
merupakan
satu
kesatuan
yang
bersambungan
satu
sama
lain.
Kenyataan
itu
pula
yang
kemudian
ditemukan
oleh
ilmu
pengetahuan
mdern
dengan
sejumlah
bukti
yang
kuat.
Kata
al-fatq
pada
ayat
ini
berarti
'pemisahan',
yaitu
pemisahan
bumi
dari
langit
yang
sebelumnya
menyatu.
Ini
pula
yang
kemudian
ditemukan
oleh
ilmu
pengetahuan
modern.
Ada
beberapa
teori
yang
dapat
mengungkap
sejumlah
gejala
berkaitan
dengan
hal
ini
tetapi
tidak
dapat
mengungkap
beberapa
gejala
yang
lain.
Hal
ini
membawa
kita
kepada
satu
kesimpulan:
tidak
ada
satu
teori
pun
yang
paling
akurat
dan
disepakati
oleh
seluruh
ahli.
Namun
demikian,
berikut
ini
ada
baiknya
kalau
kita
melihat
dua
dari
sejumlah
teori
itu,
sebagai
contoh.
Teori
pertama,
berkaitan
dengan
tercpitanya
tata
surya,
menyebutkan
bahwa
kabut
di
sekitar
matahari
akan
menyebar
dan
melebar
pada
ruangan
yang
dingin.
Butir-butir
kecil
gas
yang
membentuk
kabut
akan
bertambah
tebal
pada
atom-atom
debu
yang
bergerak
amat
cepat.
Atom-atom
itu
kemudian
mengumpul,
akibat
terjadinya
benturan
dan
akumulasi,
dengan
membawa
kandungan
sejumlah
gas
berat.
Seiring
dengan
berjalannya
waktu,
akumulasi
itu
semakin
bertambah
besar
hingga
membentuk
planet-planet,
bulan
dan
bumi
dengan
jarak
yang
sesuai.
Penumpukan
itu
sendiri,
seperti
telah
diketahui,
mengakibatkan
bertambah
kuatnya
tekanan
yang
pada
gilirannya
membuat
temperatur
bertambah
tinggi.
Dan
pada
saat
kulit
bumi
mengkristal
karena
dingin,
dan
melalui
proses
sejumlah
letusan
larva
yang
terjadi
setelah
itu,
bumi
memperoleh
sejumlah
besar
uap
air
dan
karbon
dioksiada
akibat
surplus
larva
yang
mengalir.
Salah
satu
faktor
yang
membantu
terbentuknya
oksigen
yang
segar
di
udara
setalah
itu
adalah
aktifias
dan
interaksi
sinar
matahari
melalui
asimilasi
sinar
bersama
tumbuhan
generasi
awal
dan
rumput-rumputan.
Teori
kedua,
berkenaan
dengan
terciptanya
alam
raya
secara
umum
yang
dapat
dipahami
dari
firman
Allah
Swt.
:
"…anna
al-samâwâti
wa
al-ardla
kânatâ
ratqan…"
yang
berarti
bahwa
bumi
dan
langit
pada
dasarnya
tergabung
secara
koheren
sehingga
tampak
seolah
satu
massa.
Hal
ini
sesuai
dengan
penemuan
mutakhir
mengenai
teori
terjadinya
alam
raya.
Menurut
penemuan
itu,
sebelum
terbentuk
seperti
sekarang
ini,
bumi
merupakan
kumpulan
sejumlah
besar
kekuatan
atom-atom
yang
saling
berkaitan
dan
di
bawah
tekanan
sangat
kuat
yang
hampir
tidak
dapat
dibayangkan
oleh
akal.
Selain
itu,
penemuan
mutakhir
itu
juga
menyebutkan
bahwa
semua
benda
langit
sekarang
beserta
kandungan-kandungannya,
termasuk
di
dalamnya
tata
surya
dan
bumi,
sebelumnya
terakumulasi
sangat
kuat
dalam
bentuk
bola
yang
jari-jarinya
tidak
lebih
dari
3.
000.
000
mil.
Lanjutan
firman
Allah
yang
berbunyi
"…fa
fataqnâhumâ…"
merupakan
isyarat
tentang
apa
yang
terjadi
pada
cairan
atom
pertamanya
berupa
ledakan
dahsyat
yang
mengakibatkan
tersebarnya
benda-benda
alam
raya
ke
seluruh
penjuru,
yang
berakhir
dengan
terciptanya
berbagai
benda
langit
yang
terpisah,
termasuk
tata
surya
dan
bumi.
Sedangkan
ayat
yang
berbunyi
"wa
ja'alnâ
min
al-mâ'i
kulla
syay'in
hayyin"
telah
dibuktikan
melalui
penemuan
lebih
dari
satu
cabang
ilmu
pengetahuan.
Sitologi
(ilmu
tentang
susunan
dan
fungsi
sel),
misalnya,
menyatakan
bahwa
air
adalah
komponen
terpenting
dalam
pembentukan
sel
yang
merupakan
satuan
bangunan
pada
setiap
makhluk
hidup,
baik
hewan
maupun
tumbuhan.
Sedang
Biokimia
menyatakan
bahwa
air
adalah
unsur
yang
sangat
penting
pada
setiap
interaksi
dan
perubahan
yang
terjadi
di
dalam
tubuh
makhluk
hidup.
Air
dapat
berfungsi
sebagai
media,
faktor
pembantu,
bagian
dari
proses
interaksi,
atau
bahkan
hasil
dari
sebuah
proses
interaksi
itu
sendiri.
Sedangkan
Fisiologi
menyatakan
bahwa
air
sangat
dibutuhkan
agar
masing-masing
organ
dapat
berfungsi
dengan
baik.
Hilangnya
fungsi
itu
akan
berarti
kematian.
]
[ أولم ير الذين كفروا أن السماوات والأرض كانتا رتقا ففتقناهما وجعلنا من الماء كل شيء حي أفلا يؤمنون ] — الأنبياء 30