Filter Results
Resultado: ( 1 para 2 de 2 )
(0,026 segundos)
#1
Ar-Rahman
:68
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Di
dalam
kedua
surga
itu
terdapat
pula
aneka
ragam
buah-buahan,
kurma
dan
delima.
(1)
(1)
Ayat
ini
secara
khusus
menyebut
dua
nama
buah,
yaitu
kurma
dan
delima,
karena
kedua
buah
itu
memang
mempunyai
beberapa
keistimewaan
seperti
yang
kelak
dibuktkan
oleh
ilmu
pengetahuan
modern.
Secara
kimiawi
buah
kurma
mempunyai
kandungan
gula
yang
tinggi,
sekitar
75%.
Kandungan
gula
terbesar
terdapat
pada
tebu
dan
cairan
yang
dihasilkan
dari
buah-buahan
manis
seperti
anggur
yang
disebut
fruktosa.
Kurma
merupakan
buah
yang
mudah
terbakar
yang
dapat
dimanfaatkan
oleh
tubuh
dalam
memproduksi
tenaga
dan
kalori
yang
sangat
tinggi.
Tampaknya
di
situlah
letak
hikmahnya
mengapa
Allah
memerintahkan
Maryam
untuk
memakan
kurma
muda
sebagai
pengganti
energi
yang
dikeluarkan
saat
melahirkan.
Selain
itu,
buah
kurma
juga
mengandung
zat
kalsium,
zat
besi,
fosforus
yang
cukup
tinggi
dan
sangat
diperlukan
tubuh,
sedikit
zat
asam,
vitamin
A
dan
B--yang
dapat
melindungi
tubuh
dari
penyakit
pelagra--protein
dan
lemak.
Kandungan
yang
begitu
kaya
itu
menjadikan
buah
kurma
sebagai
bahan
makanan
yang
sempurna.
Sedangkan
delima,
isi
atau
perasannya
mengandung
asam
sitrat
dengan
kadar
yang
sangat
tinggi--jika
dibandingkan
dengan
jenis
buah-buahan
lainnya--yang,
ketika
terjadi
pembakaran,
sangat
membantu
mengurangi
keasaman
urine
dan
darah
yang
pada
gilirannya
dapat
mencegah
penyakit
encok
atau
sengal
pada
tubuh.
Asam
sitrat
itu
yang
terkandung
dalam
buah
delima
juga
dapat
membantu
membentuk
sebagian
batu
ginjal.
Perasan
buah
delima
ini
juga
mengandung
kadar
gula
yang
cukup,
sekitar
11%,
untuk
mempermudah
pembakaran
dan
menghasilkan
energi.
Selain
itu,
kulit
buah
delima
juga
mempunyai
kegunaan
karena
mengandung
astringen
yang
dapat
melindungi
perut
dari
mencret,
di
samping
dapat
dimanfaatkan
untuk
membasmi
cacing
pita.
]
[ فيهما فاكهة ونخل ورمان ] — الرحمن 68
#2
Al-Muminoon
:20
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Kami
menciptakan
pula
pohon
zaitun
yang
tumbuh
di
bukit
Sinai.
Buahnya
mengandung
minyak
yang
dapat
kalian
manfaatkan.
Di
samping
itu,
zaitun
merupakan
lauk
pauk
bagi
orang-orang
yang
memakannya(1).
(1)
Ayat
ini
menunjukkan
bahwa
pohon
zaitun
termasuk
salah
satu
karunia
Allah
yang
sangat
besar
yang
disebut
dalam
beberapa
ayat
sebelum
dan
sesudah
ayat
ini.
Hal
itu
adalah
karena
zaitun
merupakan
jenis
pohon
kayu
yang
berumur
ratusan
tahun.
Manusia
tidak
perlu
bersusah
payah
menanamnya,
tetapi
dapat
memetik
buahnya
untuk
masa
yang
sangat
panjang.
Kelebihan
pohon
zaitun
lainnya
adalah
warnanya
yang
selalu
hijau
dan
indah.
Selain
itu,
penelitian
mutakhir
membuktikan
bahwa
zaitun
merupakan
bahan
makanan
yang
sangat
baik
yang
mengandung
kadar
protein
cukup
tinggi.
Zaitun
juga
mengandung
zat
garam,
zat
besi
dan
fosforus
yang
merupakan
bahan
makanan
terpenting
bagi
manusia.
Lebih
dari
itu,
zaitun
mengandung
vitamin
A
dan
B.
Dari
buah
zaitun
dapat
dihasilkan
minyak
yang
pada
umumnya
juga
digunakan
sebagai
bahan
makanan.
Sementara,
dari
segi
kesehatan,
penelitian
terkini
membuktikan
bahwa
zaitun
bermanfaat
untuk
alat
pencernaan
pada
umumnya,
terutama
hati.
Mutu
minyak
zaitun
juga
melebihi
minyak-minyak
lainnya,
baik
minyak
nabati
maupun
minyak
hewani,
karena
tidak
mempunyai
efek
yang
dapat
menimbulkan
penyakit
pada
peredaran
dan
pembuluh
darah
arteri
seperti
yang
terdapat
pada
jenis
minyak
lainnya.
Zaitun
juga
dapat
digunakan
sebagai
bahan
penghalus
kulit,
di
samping
kegunaan-kegunaan
industri
lain
seperti
industri
pembuatan
sabun
di
mana
zaitun
merupakan
salah
satu
bahan
campuran
terbaik.
]
[ وشجرة تخرج من طور سيناء تنبت بالدهن وصبغ للآكلين ] — المؤمنون 20