Filter Results
Resultado: ( 1 para 1 de 1 )
(0,030 segundos)
#1
Al-Kahf
:16
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
"Selama
kita
memilih
jalan
mengasingkan
diri
dari
kaum
yang
mengingkari
dan
menyekutukan
Allah,"
kata
sebagian
mereka
kepada
yang
lainnya,
"maka
berlindunglah
di
dalam
sebuah
gua
demi
keselamatan
agama
kalian.
Tuhan
kalian
pasti
akan
menurunkan
karunia
pengampunan
dan
memberikan
kemudahan
dengan
menyediakan
apa
saja
yang
bermanfaat(1)
bagi
kalian
untuk
mempertahankan
hidup.
(1)
Sampai
saat
ini
belum
didapatkan
suatu
informasi
akurat
siapa
sebenarnya
penghuni
gua
itu,
kapan
dan
di
mana
gua
tersebut
berada.
Namun
demikian,
akan
dicoba
paparkan
di
sini
sedikit
keterangan
menyangkut
kisah
yang
dituturkan
ayat-ayat
di
atas.
Berangkat
dari
isyarat
al-Qur'ân
yang
menyatakan
bahwa
mereka
adalah
sekelompok
pemuda
yang
beriman
kepada
Allah,
dapat
ditarik
kesimpulan
bahwa
mereka
tengah
mengalami
penindasan
agama
yang
menyebabkan
mereka
mengasingkan
diri
ke
dalam
sebuah
gua
yang
tersembunyi.
Sementara
itu,
sejarah
kuno
mencatat
adanya
beberapa
masa
penindasan
agama
di
kawasan
Timur
Kuno
yang
terjadi
dalam
kurun
waktu
yang
berbeda.
Dari
beberapa
peristiwa
penindasan
agama
itu
hanya
ada
dua
masa
yang
kita
anggap
penting,
yang
salah
satunya
barangkali
mempunyai
kaitan
dengan
kisah
penghuni
gua
ini.
Peristiwa
pertama
terjadi
pada
masa
kekuasaan
raja-raja
Saluqi,
saat
kerajaan
itu
diperintah
oleh
Raja
Antiogos
IV
yang
bergelar
Nabivanes
(tahun
176-84
S.
M).
Pada
saat
penaklukan
singgasana
Suriah,
Antiogos--yang
juga
dikenal
sangat
fanatik
terhadap
kebudayaan
dan
peradaban
Yunani
Kuno--mewajibkan
kepada
seluruh
penganut
Yahudi
di
Palestina,
yang
telah
masuk
dalam
wilayah
kekuasaan
Suriah
sejak
198
S.
M.,
untuk
meninggalkan
agama
Yahudi
dan
menganut
agama
Yunani
Kuno.
Antiogos
mengotori
tempat
peribadatan
Yahudi
dengan
meletakkan
patung
Zeus,
Tuhan
Yunani
terbesar,
di
atas
sebuah
altar
dan
pada
waktu-waktu
tertentu
mempersembahkan
korban
berupa
babi
bagi
Zeus.
Terakhir,
Antiogos
membakar
habis
naskah
Tawrât
tanpa
ada
yang
tersisa.
Berdasarkan
bukti
historis
ini,
dapat
disimpulkan
bahwa
pemuda-pemuda
itu
adalah
penganut
agama
Yahudi
yang
bertempat
tinggal
di
Palestina,
atau
tepatnya
di
kota
Yarussalem.
Dapat
diperkirakan
pula,
bahwa
peristiwa
bangunnya
mereka
dari
tidur
panjang
itu
terjadi
pada
tahun
126
M.
setelah
Romawi
menguasai
wilayah
Timur,
atau
445
tahun
sebelum
masa
kelahiran
Rasulullah
saw.
tahun
571
M.
Peristiwa
penindasan
agama
yang
sama
terjadi
pada
zaman
imperium
Romawi,
saat
Kaisar
Hadrianus
berkuasa
(tahun
117-138
M).
Kaisar
Hadrianus
memperlakukan
orang-orang
Yahudi
sama
persis
seperti
yang
pernah
dilakukan
oleh
Antiogos.
Pada
tahun
132
M.,
pembesar-pembesar
Yahudi
mengeluarkan
ultimatum
bahwa
seluruh
rakyat
Yahudi
akan
berontak
melawan
kekaisaran
Romawi.
Mereka
memukul
mundur
garnisun-garnisun
Romawi
di
perbatasan
dan
berhasil
merebut
Yerussalem.
Peristiwa
bersejarah
ini
diabadikan
oleh
orang-orang
Yahudi
dalam
mata
uang
resmi
mereka.
Selama
tiga
tahun
penuh
mereka
dapat
bertahan.
Terakhir,
Hadrianus
bergerak
bersama
pasukannya
menumpas
pemberontak-pemberontak
Yahudi.
Palestina
jatuh
dan
Yerussalem
dapat
direbut
kembali.
Etnis
Yahudi
pun
dibasmi
dan
pemimpin-pemimpin
mereka
dibunuh.
Orang-orang
Yahudi
yang
masih
hidup
dijual
di
pasar-pasar
sebagai
budak.
Simbol-
simbol
agama
Yahudi
dihancurkan,
ajaran
dan
hukum-hukum
Yahudi
dihapus.
Dari
penuturan
sejarah
ini
didapat
kesimpulan
yang
sama
bahwa
para
pemuda
itu
adalah
penganut
ajaran
Yahudi.
Tempat
tinggal
mereka
bisa
jadi
berada
di
kawasan
Timur
Kuno
atau
di
Yerussalem
sendiri.
Masih
mengikuti
alur
sejarah
ini,
mereka
diperkirakan
bangun
dari
tidur
panjang
itu
kurang
lebih
pada
tahun
435
M.,
30
tahun
menjelang
kelahiran
Rasulullah
saw.
Tampaknya
peristiwa
pertama
lebih
mempunyai
kaitan
dengan
kisah
Ashhâb
al-Kahf
karena
penindasan
mereka
lebih
sadis.
Adapun
penindasan
umat
Kristiani
tidak
sesuai
dengan
kelahiran
Nabi
Muhammad
saw.
]
[ وإذ اعتزلتموهم وما يعبدون إلا الله فأووا إلى الكهف ينشر لكم ربكم من رحمته ويهيئ لكم من أمركم مرفقا ] — الكهف 16