Filter Results
Results: ( 1 to 1 of 1 )
(0.024 seconds)
#1
Al-Anbiyaa
:32
— Indonesian
, Muhammad Quraish Shihab et al.
[
Selain
itu,
Kami
pun
menjadikan
langit
di
atas
mereka
bagaikan
atap
yang
ditinggikan.
Langit
itu
Kami
lindungi
agar
tidak
jatuh
atau
menjatuhkan
benda-bendanya
kepada
mereka.
Meskipun
demikian,
mereka
tetap
enggan
untuk
meneliti
dan
mengambil
pelajaran
dari
ayat-ayat
yang
menunjukkan
kekuasaan,
kebijaksanaan
dan
kasih
sayang
Kami(1).
(1)
Ayat
ini
menyatakan
bahwa
langit
dan
benda-benda
angkasa
selalu
dalam
keadaan
terlindungi
yang
saling
menguatkan
satu
sama
lain,
sehingga
tidak
akan
jatuh
ke
muka
bumi.
Definisi
langit
itu
sendiri
adalah
"segala
sesuatu
yang
ada
di
atas
kita",
mulai
dari
atmosfer
yang
melindungi
penduduk
bumi
dari
berbagai
benda
luar
angkasa--seperti
meteor,
komet
dan
sinar
gamma--yang
mungkin
jatuh
ke
permukaan
bumi.
Tanpa
atmosfer,
yang
dipertahankan
oleh
bumi
melalui
daya
grafitasi,
kehidupan
di
muka
bumi
ini
tidak
akan
berjalan
dengan
baik.
Di
atas
lapisan
atmosfer
terdapat
berbagai
macam
benda
langit
yang
jarak
antara
satu
sama
lainnya
berbeda-beda.
Dengan
demikian,
yang
dimaksud
"wa
ja'alnâ
al-samâ'a
saqfan
mahfûzhan"
pada
bagian
awal
ayat
ini
adalah
bahwa
atmosfer
dan
seluruh
benda
langit
yang
terlihat
pada
posisinya
masing-masing
di
kubah
langit
dan
tampak
oleh
mata
seolah-olah
berada
di
permukaan
kubah
langit,
secara
horizontal
kelihatan
sangat
luas,
lebih
luas
jika
dibandingkan
dengan
luasnya
secara
vertikal.
Gejala
ini
akan
semakin
tampak
jelas
pada
saat
terbit
atau
terbenamnya
matahari.
Saat
itu
bola
matahari
kelihatan
lebih
besar
jika
dibandingkan
dengan
bola
matahari
saat
berada
di
atas
azimut.
Hal
itu
disebabkan
oleh
tipuan
mata
sehingga
kita
dapat
menentukan
jarak
horizontal
jauh
lebih
tepat
daripada
jarak
vertikal.
Kubah
langit
ini
mencakup
atmosfer
yang
memiliki
perbedaan
karakter
sesuai
dengan
ketinggiannya
di
atas
permukaan
bumi,
di
samping
benda-benda
langit
lainnya
yang
kasat
mata.
]
[ وجعلنا السماء سقفا محفوظا وهم عن آياتها معرضون ] — الأنبياء 32